News
Wamen BUMN: Prinsip “gas dan rem” jadi faktor terjaganya ekonomi

Wamen BUMN: Prinsip “gas dan rem” jadi faktor terjaganya ekonomi

… Indonesia masih termasuk salah satu negara yang mengalami perlambatan ekonomi yang sifatnya moderat… ini tentunya terjadi karena pemerintah melakukan optimalisasi antara gas dan rem

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengirimkan bahwa penerapan prinsip “gas serta rem” untuk menangani persoalan kesehatan dan ekonomi karena COVID-19 menjelma faktor masih terjaganya perekonomian nasional.

“Terlepas dari perlambatan ekonomi yang terjadi pada kuartal II, Indonesia masih termasuk salah satu negara yang mengalami perlambatan ekonomi yang sifatnya moderat dibandingkan negara lain yang mengalami tekanan lebih dalam dan ini tentunya berlaku karena pemerintah melakukan optimalisasi jarang gas dan rem, ” ujar Kartika Wirjoatmodjo dalam seminar susunan Capital Market Summit & Expo 2020, Selasa.

Ia menilai strategi gas dan rem dalam hal PSBB yang dilakukan secara seimbang dengan mempertimbangkan ciri ekonomi serta kesehatan akan membuat perekonomian nasional akan tumbuh ke depannya.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan penerapan “gas dan rem” dalam Jawa Barat

Dalam rangka memperkuat perekonomian, lanjut dia, Kementerian BUMN pula telah menyusun sejumlah strategi, pada antaranya memproteksi SDM, stabilisasi supply chain , financial stress testing , menjaga customer engagement , merealisasikan kesempatan baru.

“Dalam hal memproteksi SDM, kita ubah secara drastis ideal kerjanya, terutama pada public service , seperti di airport , bank dan sektor lain yang adalah pelayanan jasa sehingga bisa menyimpan pegawai dan mengalami risiko yang lebih kecil terjangkit, ” paparnya.

Kemudian, lanjut tempat, memperbaiki rantai pasok (supply chain), terutama sektor kesehatan agar mampu efektif menangani pandemi COVID-19.

Baca selalu: Presiden minta pimpinan daerah tertib “gas dan rem” penanganan COVID-19

Supply chain ketersediaan pangan juga kita perbaiki untuk memastikan pangan di semesta Indonesia tidak mengalami kekurangan. Sehingga kita bisa lihat setelah berjalan 6 – 7 bulan COVID-19 ini harga pangan terjaga dengan baik, ” ucapnya.

Dari sisi keuangan, pihaknya menyelenggarakan financials stress testing yang diikuti dengan strukturisasi.

“Cukup banyak BUMN yang terdampak serius lantaran pandemi COVID-19. Seperti kita cakap Garuda Indonesia, dia sudah lakukan restrukturisasi. Ada juga BUMN Susunan, Perumnas yang juga lakukan restrukturisasi, karena memang pendapatan konstruksi & properti menurun signifikan, ” paparnya.

Menyuarakan juga: Erick: Inggris apresiasi Nusantara mampu tekan dampak COVID

Pihaknya selalu akan menjaga consumer engagement dengan memacu peluncuran dan perluasan jalur digital agar dapat mempertahankan komunikasi secara pelanggan. Terakhir, kata dia, pandemi COVID-19 dapat dijadikan sebagai kesempatan memperbaiki kinerja.

“Sebagai contoh, kita melakukan integrasi vila sakit dalam bentuk holding , memperkuat klaster farmasi, dan inovasi bisnis model dalam hal ini kita merger bank syariah. Diharapkan inovasi-inovasi baik sifatnya teknologi dan korporasi bisa menjadi engine untuk pertumbuhan ekonomi ke pendahuluan, ” katanya.

Baca juga: Erick Thohir ungkap makna dan pesan pati nilai-nilai karyawan BUMN

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020