News
Sri Mulyani: Realisasi anggaran PEN 2021 naik, capai Rp134, 07 triliun

Sri Mulyani: Realisasi anggaran PEN 2021 naik, capai Rp134, 07 triliun

Kalau dibandingkan Februari Rp24, 6 triliun ini kemajuan yang sangat tinggi

Jakarta (ANTARA) – Gajah Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 telah menyentuh Rp134, 07 triliun ataupun 19, 2 persen dibanding total pagu sebesar Rp699, 43 triliun per 16 April.

“Kalau dipadankan Februari Rp24, 6 triliun ini kenaikan yang benar tinggi, ” kata  Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA dengan daring di Jakarta, Kamis.

Realisasi sejumlah Rp134, 07 triliun itu meliputi bidang kesehatan Rp18, 59 triliun, perlindungan baik Rp47, 92 triliun, rencana prioritas Rp14, 9 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp37, 71 triliun, serta insentif usaha Rp14, 95 triliun.

Realisasi bidang kesehatan Rp18, 59 triliun merupakan 11 obat jerih dari pagu Rp175, dua triliun meliputi diagnostik testing dan tracing , therapeutic untuk ongkos perawatan 99 ribu pasien, insentif nakes, obat COVID-19, komunikasi untuk kampanye 3M, 3T dan vaksinasi dan bantuan iuran JKN untuk 17, 96 juta karakter.

Baca juga: Sri Mulyani sebut realisasi anggaran PEN 2021 capai Rp76, 59 triliun

Realisasi perlindungan baik Rp47, 92 persen ialah 32 persen dari pagu Rp150, 88 triliun meliputi PKH untuk 9, tujuh juta KPM, Kartu Sembako untuk 15, 93 juta KPM, BST untuk 9, 59 juta KPM, BLT Desa untuk 2, 45 juta KPM, Kartu Prakerja untuk 2, 4 juta orang, serta bantuan catu internet untuk 26, 99 juta siswa dan pendidik.

Kemudian buat realisasi program prioritas Rp14, 9 triliun merupakan 12 persen dari pagu Rp125, 17 triliun meliputi padat karya K/L untuk 272, 1 ribu naker, ketahanan pangan untuk program food estate dan irigasi, beserta ICT untuk penyediaan infrastruktur TIK dan penyiaran terbuka.

Kemudian zona industri untuk pengembangan tempat strategis dan program penanaman modal serta pariwisata untuk KSPN, ekowisata, dan pelatihan SDM.

Kemudian untuk dukungan UMKM & korporasi yang terealisasi Rp37, 71 triliun merupakan 20 persen dari pagu Rp191, 13 triliun meliputi BPUM kepada 6, 6 juta usaha, serta IJP UMKM untuk KMK dijamin sejumlah Rp6, 82 triliun.

Membaca juga: Sri Mulyani: Anggaran program PEN 2021 terangkat jadi Rp699, 43 triliun

Kemudian IJP Korporasi buat KMK dijamin Rp19 miliar serta penempatan dana di dalam bank dengan total pembagian kredit sejak 2020 menyentuh Rp359, 99 triliun pada 5, 05 juta debitur per 26 Maret 2021.

Terakhir merupakan realisasi insentif usaha sejumlah Rp14, 95 triliun dengan merupakan 26 persen dibanding pagu Rp56, 72 triliun meliputi PPh Final UMKM DTP untuk 248. 275 WP dan PPh 21 DTP untuk 88. 235 pemberi kerja.

Kemudian pengurangan angsuran PPh 25 untuk 63. 530 Wajib pajak, pengembalian prakata PPN untuk 367 WP, serta penurunan tarif PPh Badan yang dapat dimanfaatkan seluruh WP Badan.

Menyuarakan juga: Sri Mulyani: Anggaran program PEN 2021 capai Rp688, 33 triliun

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021