News
Satgas: Dana PEN dongkrak perputaran kekayaan hingga Rp300 triliun

Satgas: Dana PEN dongkrak perputaran kekayaan hingga Rp300 triliun

Taat ahli ekonomi, fiscal multiplier (efek pengganda stimulus fiskal) kita dua, 1 kali, jadi harusnya mampu memberikan dampak ke Produk Pribumi Bruto (PDB) Rp300 triliun karena 2xRp150 triliun

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah memperkirakan akan terbentuk perputaran uang sebanyak Rp300 triliun di masyarakat dari realisasi Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selama kuartal III 2020 yang sebesar Rp150 triliun, kata Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin.

Saat konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, Budi Sadikin mengatakan dana PEN akan memberikan efek pengganda hingga 2, 1 kali ganda dari stimulus fiskal yang dikasih.

“Menurut ahli ekonomi, fiscal multiplier (efek pengganda stimulus fiskal) kita 2, 1 kali, oleh sebab itu harusnya bisa memberikan dampak ke Produk Domestik Bruto (PDB) Rp300 triliun karena 2xRp150 triliun, ” ujar dia.

Baca juga: Ekonom Indef dorong realokasi dana PEN untuk dongkrak daya beli

Maka itu, sekapur Budi, dana PEN diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional daripada dampak pandemi COVID-19, setelah dalam kuartal II 2020 perekonomian terkontraksi hingga 5, 3 persen ( year on year ).

Adapun Pranata Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 pada 5 November 2020.

Jika menarik keterangan Satgas PEN sejak April 2020, total realisasi anggaran penanganan COVID-19 dan PEN hingga pekan kedua Oktober 2020, sudah hampir mengenai angka 50 persen atau Rp344, 43 triliun dari Rp695, dua triliun.

Baca juga: Satgas PEN: Penyerapan dana PEN semakin baik

“Sisa zaman yang ada hingga akhir tarikh dapat dimaksimalkan untuk menyalurkan sisa anggaran yang ada, ” sirih Budi Sadikin.

Total anggaran yang disediakan sebesar Rp695, 2 triliun itu dialokasikan ke enam program, yang empat dalam antaranya merupakan program khusus klaster PEN.

Dari keempat program tersebut, penyaluran untuk agenda sektoral kementerian/lembaga dan pemda merupakan sektor yang penyerapannya relatif kecil, sedangkan yang tertinggi adalah kalender perlindungan sosial.

Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp679 triliun dana Pemulihan Ekonomi Nasional

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020