News
Presiden sebut perlu lumbung pangan baru antisipasi krisis pangan

Presiden sebut perlu lumbung pangan baru antisipasi krisis pangan

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia memerlukan lumbung pangan baru sebagai cadangan logistik buat mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan.

“Saya kira kita mengenal semuanya, FAO sudah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi, juga karena memang adanya musim yang bukan bisa diatur dan diprediksi. Dengan sebab itu, kita menyiapkan akhir-akhir ini yang namanya cadangan logistik nasional, ” ujar Presiden Jokowi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, pada Kamis.

Pengembangan lumbung pangan baru pada luar Pulau Jawa saat terkait sedang dalam proses pengerjaan lalu diharapkan bisa menjadi sumber cadangan logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri.

Cadangan logistik tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi krisis pangan sebagaimana yang diperingatkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Baca juga: Mentan optimistis pembangunan lumbung pangan di Kalteng

Setelah meninjau lokasi pengembangan lumbung pangan baru di Kabupaten Kapuas, Presiden bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait lainnya juga meninjau lokasi pengembangan serupa yang ada pada Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau.

Di kabupaten tersebut, terdapat kurang lebih ten. 000 hektare lahan potensial yg nantinya akan dikembangkan menjadi lumbung pangan baru.

Presiden mengatakan bahwa untuk tahun ini setidaknya akan diselesaikan terlebih dahulu lahan seluas 30. 000 hektare dan akan meningkat hingga dua tahun ke depan.

“Tahun ini insyaallah akan anda selesaikan kurang lebih 30 ribu hektare terlebih dahulu. Kemudian berikutnya dalam 1, 5 sampai maksimal 2 tahun akan ditambah lagi 148. 000 hektare baik itu di Kabupaten Pulang Pisau juga Kapuas, ” tuturnya.

Baca juga: Presiden tinjau lahan di Kapuas bersama gubernur dan sejumlah menteri

Kementerian Pertahanan akan bertindak sebagai “leading sector” untuk pengembangan lumbung pangan nasional baru tersebut. Kementerian Pertahanan jadi berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menjalankan tugasnya.

“Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan kita, ’leading sector-nya’ akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PU. Tentu saja di kota kita harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati, ” kata Presiden.

Dengan pengembangan lumbung pangan baru terkait diharapkan cadangan pangan nasional nantinya dapat terpenuhi dan dikelola dengan manajemen yang baik hingga meraih diekspor ke negara-negara lain.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut di antaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dan Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020