News
Penyelidik: Penamaan Jalan Tol Mohamed Bin Zayed sah-sah sekadar

Penyelidik: Penamaan Jalan Tol Mohamed Bin Zayed sah-sah sekadar

Bekasi (ANTARA) – Pengamat kebijakan terbuka menilai penamaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi Timah Tol Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) sebagai suatu hal yang sah-sah sekadar.

“Pemberian nama di dalam fasilitas umum dan wahana ibadah, termasuk jalan tol menggunakan nama tokoh, penguasa, maupun pejuang itu sah-sah saja, ” kata pengamat kebijakan publik asal Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi Hamluddin, Minggu.

Ia mengatakan perubahan nama menjadi Jalan Tol MBZ tetap memiliki latar belakang, di hal ini pemerintah mengapresiasi peran Putera Mahkota Asosiasi Emirat Arab tersebut di kontribusinya dalam pembangunan dalam Indonesia sekaligus bertujuan buat mempererat hubungan diplomatik kedua negara.

“Sama halnya dengan nama tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar kampung seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Kartini, Sutan Sjahrir, Pattimura, Munir Said Thalib, & terakhir Joko Widodo, ” ungkapnya.

Baca juga: Anggota DPR soroti penamaan Ustaz Tol Sheikh Mohamed bin Zayed

Masyarakat tentu memahami hal tersebut sebagai segalanya yang sudah biasa berlaku, selama tokoh tersebut mempunyai andil positif dalam pendirian di tanah air. Untuk masyarakat yang  terpenting adalah kualitas fisik dari layanan publik itu sendiri.

“Yang terpenting untuk masyarakat adalah memiliki khasiat dalam kemudahan akses, dalam hal ini akses transportasi di ruas jalan tol layang, ” katanya.

Hamluddin berharap Ustaz Tol Layang MBZ itu dapat difungsikan secara optimal guna memisahkan pergerakan kendaraan jarak dekat Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan pergerakan jarak jauh arah Cirebon, Bandung, hingga Jateng, dan Jatim khususnya bagi golongan 1 non-bus.

“Dan semoga dengan ditandai penamaan jalan tol layang ini, kerja sama bilateral Indonesia-Uni Emirat Arab ke depan dapat ditingkatkan, ” ucapnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelumnya menetapkan perubahan nama Tol Mengambang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Tol Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 417/KPTS/M/2021 pada 8 April 2021.

Jalan Pungutan Layang MBZ ini memiliki panjang 36, 4 kilometer dibangun oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa sejak awal tarikh 2017, kemudian diresmikan Kepala Joko Widodo pada 12 Desember 2019.

Baca pula: Tol layang Japek kini punya nama baru Sheikh Mohamed Bin Zayed

Ustaz tol layang yang sudah beroperasi itu menjadi salah satu solusi kemacetan dengan kerap terjadi di ruas vital tersebut. Ruas Pungutan Layang MBZ ini merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia dan menjelma jalan tol bertingkat perdana di Indonesia. (KR-PRA).

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021