News
Penduduk luar negeri dilarang nonton Olimpiade Tokyo di Jepang

Penduduk luar negeri dilarang nonton Olimpiade Tokyo di Jepang

Sangat disayangkan,

Tokyo (ANTARA) berantakan Penonton dari luar negeri tidak akan diizinkan mendatangi Jepang selama Olimpiade musim panas ini di pusat kekhawatiran masyarakat atas penyaluran virus corona, kata Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu.

Tiket Olimpiade dan Paralimpiade yang sudah dibeli oleh penduduk asing negeri akan dikembalikan, patuh pernyataan komite.

Pernyataan itu dikeluarkan sesudah lima pihak, termasuk besar Komite Olimpiade Internasional, Thomas Bach, dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, menggelar pertemuan.

“Sangat disayangkan, ” kata Koike mengenai keputusan itu kepada kuli, setelah pertemuan.

Namun, ia menambahkan kalau kesimpulan itu “tidak sanggup dihindari” mengingat bahwa preferensi utama bagi penyelenggaraan Olimpiade yang sukses adalah kesehatan tubuh para atlet dan bangsa Jepang.

Olimpiade tersebut, yang ditunda tahun lalu karena pandemi COVID-19, sekarang dijadwalkan berlangsung di 23 Juli hingga 8 Agustus, sementara Paralimpiade lantaran 24 Agustus hingga 5 September.

Sebelumnya pada Sabtu, kantor berita Kyodo juga melaporkan bahwa Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 cenderung melarang para-para sukarelawan asing membantu selama Olimpiade.

Tengah itu, berbagai jajak pertimbangan yang digelar media membuktikan bahwa mayoritas masyarakat Jepang khawatir kalau penduduk negara-negara luar dibiarkan menonton Olimpiade –saat negara itu bergulat dengan pandemi gelombang ke-3.

Beberapa sumber pada awal Maret mengucapkan kepada Reuters bahwa pemerintah Jepang telah menyimpulkan tak bisa mengizinkan penduduk luar negeri menonton di Jepang.
Menyuarakan juga: Jepang batasi jumlah delegasi asing Olimpiade Tokyo
Baca juga: Survei: sebagian besar orang Jepang tidak ingin ada penonton asing

Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021