News
Pemerintah tata pipa dan kabel kolong laut perairan Indonesia

Pemerintah tata pipa dan kabel kolong laut perairan Indonesia

Itu akan membuat pelabuhan kita bertambah efisien dan lalu lintas bahar kita menjadi lebih tertib

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah meniti Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 14 Tahun 2021 akan melakukan penataan pipa dan kabel di bawah laut di perairan Indonesia.

Pembentukan disepakati dilakukan di 217 salur koridor dan 209 beach  manhole atau instalasi sarana penunjang jaringan kabel yang dipasang di bawah latar tanah.

“Melalui kerap koordinasi ini, sudah diputuskan kalau akan ditata pipa dan kabel bawah laut yang ada pada perairan Indonesia. Ini akan menghasilkan pelabuhan kita lebih efisien & lalu lintas laut kita menjelma lebih tertib, ” kata Gajah Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terpaut penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Teluk Jakarta, dan selat Jawa Timur, di Jakarta, Selasa.

Kepmen KP itu nantinya dapat dievaluasi sebanyak satu kali dalam lima tahun atau bila terjadi perubahan terkait kebijakan nasional yang bersifat strategis, suasana lingkungan dan/atau bencana oleh departemen atau lembaga terkait.

Kepmen KP tersebut juga nantinya akan disosialisasikan kepada pemangku keinginan secara luas, yaitu kepada negeri daerah setempat.

Luhut yang juga Ketua Tim Pengelola Timnas Penataan Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut meminta Besar Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Kapushidros) TNI AL untuk segera melangsungkan sosialisasi koridor dan melakukan monitoring serta evaluasi teknis.

Ia juga meminta Menteri Bahari dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk sesegera mungkin menindaklanjuti pola proses bisnis pipa dan/atau kabel bawah laut (SOP hulu datang hilir) di Indonesia.

Menteri Trenggono selaku Ketua Harian Tim Pengarah Timnas mengatakan Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021 yang sudah disepakati bersama tersebut perlu secepatnya disosialisasikan bersama.

“Secepatnya kita bahas balik terkait penyusunan dan penetapan cara bisnis penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut ini, ” imbuhnya.

Pemerintah telah melangsungkan pembahasan awal tentang desain proses bisnis (SOP dari hulu sampai hilir) yang akan ditetapkan sebagai acuan bersama penyelenggaraan pipa dan/atau kabel bawah laut.

Selain itu, sejak awal proyek tersebut berjalan proses pemetaan saluran dan kabel bawah laut dibantu oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Kapushidros) TNI AL.

Melalui pemetaan itu, diperoleh peta jalur kabel bawah laut serta juga rencana lokasi landing stations dalam Batam, Manado, Kupang, dan Jayapura.

Membaca juga: RI stop ekspor gas ke Singapura 2023, dialihkan ke Cirebon-Semarang
Baca juga: Kabel laut circuit II Tanjung Pasir-Pulau Untung Jawa diresmikan
Baca juga: Kabel bawah laut Australia-Asia Tenggara siap digunakan

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021