News
Pemerintah siapkan vaksin untuk tenaga medis hingga masyarakat miskin

Pemerintah siapkan vaksin untuk tenaga medis hingga masyarakat miskin

Perdana di garda depan terdiri dibanding medis dan paramedis, pelayan kesehatan, termasuk TNI Polri dan petugas hukum sekitar 3, 5 juta orang

Jakarta (ANTARA) berantakan Pemerintah menyiapkan sasaran prioritas penyambut vaksinasi COVID-19 mulai dari tenaga medis hingga masyarakat miskin penyambut bantuan iuran BPJS Kesehatan.

“Pertama di garda depan terdiri dari medis dan paramedis, pelayan kesehatan, termasuk TNI Polri & aparat hukum sekitar 3, 5 juta orang, ” kata Pemimpin Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto dalam jumpa pers daring pada Jakarta, Senin.

Kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama, mematok perangkat daerah sebanyak lima juta orang, tenaga pendidik mulai sejak Pendidikan Anak Usia Dinia (PAUD), TK, SD, SMP hingga pembimbing perguruan tinggi swasta dan daerah sebanyak 4, 3 juta karakter.

Mengaji juga: Presiden minta jajaran segera paparkan “roadmap” pemberian vaksin

Selanjutnya alat pemerintah pusat dan daerah mengikuti legislatif sebanyak 2, 3 juta orang dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sebanyak 96 juta orang dengan jumlah segenap mencapai 102 juta orang.

Selain itu, lanjut Airlangga Hartarto, sasaran penerima vaksinasi ialah masyarakat usia 19-59 tahun sehingga total keseluruhan mencapai 160 juta orang.

Vaksinasi mau diberikan sebanyak dua dosis sehingga total kebutuhan vaksin mencapai 320 juta dosis vaksin.

Baca juga: Pemerintah Indonesia sebut vaksin COVID tiba tersedia November 2020

Selain dari negeri, lanjut Airlangga Hartarto, vaksinasi selalu akan dilakukan oleh perusahaan yang melakukan kerja sama untuk vaksinasi mandiri.

“Jadi ada dua langkah yaitu diberikan negeri dan sisanya vaksin mandiri, segenap dikontrol Kementerian Kesehatan dan Bio Farma berdasarkan Perpres yang sudah ditandatangani Presiden, ” kata Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu.

Kegiatan vaksinasi, lanjut dia, tidak mampu dilakukan satu sekaligus, namun dengan bertahap diperkirakan hingga tahun 2022 yang juga melibatkan 11 ribu puskesmas di seluruh Indonesia.

Baca serupa: Pengadaan vaksin untuk 135 juta orang pada 2021 diamankan negeri
 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020