News
Pemerintah serap Rp9 triliun daripada lelang sukuk

Pemerintah serap Rp9 triliun daripada lelang sukuk

Jakarta (ANTARA) – Negeri menyerap dana Rp9 triliun dari lelang enam seimbang Surat Berharga Syariah Negeri (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran dengan masuk sebesar Rp52, 46 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan hasil lelang sukuk ini mendekati target indikatif Rp10 triliun.

Buat seri PBS031, jumlah dimenangkan mencapai Rp2, 45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4, 34125 obat jerih.

Penawaran merembes untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2024 ini mencapai Rp13, 99 triliun, secara imbal hasil terendah merembes 4, 32 persen dan tertinggi 4, 53 obat jerih.

Untuk seimbang PBS032, jumlah dimenangkan menyentuh Rp2, 15 triliun secara imbal hasil rata-rata tertimbang 5, 08971 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jeblok tempo pada 15 Juli 2026 ini mencapai Rp7, 55 triliun dengan balasan hasil terendah masuk 5, 07 persen dan tertinggi 5, 24 persen.

Untuk seri PBS030, jumlah dimenangkan mencapai Rp0, 15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5, 83 persen.

Penawaran masuk untuk kemuliaan SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 ini mencapai Rp3, 48 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 5, 83 persen dan tertinggi 5, 94 persen.

Baca juga: Kemenkeu: Penerbitan SBSN capai Rp1. 835 triliun datang Agustus 2021

Untuk cahaya PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp3, 75 triliun secara imbal hasil rata-rata tertimbang 6, 45878 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang melorot tempo pada 15 Maret 2034 ini mencapai Rp14, 17 triliun dengan balasan hasil terendah masuk enam, 43 persen dan tertinggi 6, 6 persen.

Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp0, 5 triliun dengan bengkok hasil rata-rata tertimbang 7, 12957 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Oktober 2046 itu mencapai Rp5, 91 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7, 11 upah dan tertinggi 7, 31 persen.

Pemerintah tidak memenangkan lelang sejak SPNS12022022, meski penawaran mengakar mencapai Rp7, 35 triliun.

Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara periode Januari-Agustus 2021 telah mencapai Rp194, 09 triliun.

Pada kesempatan yang setara, pemerintah juga menyerap persediaan Rp4, 5 triliun dibanding penerbitan Surat Utang Negeri (SUN) dengan cara penempatan langsung atau private placement .

Seri SUN itu adalah FR0082 dengan tingkat kupon 7 persen, dan memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 September 2030.

Dengan penerbitan SUN ini, maka jumlah pembiayaan negara yang berawal dari lelang SUN selama Januari-Agustus 2021 mencapai Rp506, 74 triliun.

Baca juga: Lelang sukuk serap Rp11 triliun

Baca juga: Negeri serap Rp13, 15 triliun dari lelang sukuk

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021