News
OJK siapkan enam inisiatif strategis kebijaksanaan di 2021

OJK siapkan enam inisiatif strategis kebijaksanaan di 2021

Saya menimbulkan semua kebijakan yang dikeluarkan sebab OJK betul-betul mampu menjadi ‘obat yang mujarab’ bagi terciptanya zona jasa keuangan yang stabil dan mampu mewujudkan quantum leap pada proses pemulihan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan enam inisiatif penting kebijakan pada 2021 untuk menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan termasuk memacu pemulihan ekonomi nasional.

Enam inisiatif strategis 2021 tersebut yaitu arah pengembangan dan pengawasan zona jasa keuangan (SJK), penajaman penjagaan SJK terintegrasi berbasis teknologi data, percepatan digitalisasi serta optimalisasi ekosistem digital dan literasi digital buat mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), perluasan akses keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan UMKM dan PEN, penguatan ketahanan dan daya bertarung SJK, dan pengembangan keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan enam inisiatif strategis 2021 itu akan menjadi acuan OJK dalam menjalankan berbagai kebijakan OJK 2021 yang antara lain pokok pada upaya mendorong SJK menjelma katalis percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Saya minta seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK betul-betul mampu menjadi ‘obat dengan mujarab’ bagi terciptanya sektor uluran tangan keuangan yang stabil serta berkecukupan mewujudkan quantum leap dalam proses pemulihan ekonomi, ” ujar Wimboh saat membuka Rapat Kerja Penting OJK 2021 yang dilakukan dengan virtual di tengah kunjungannya dalam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, OJK juga akan mengarahkan kebijakannya buat memperkuat industri jasa keuangan dengan melakukan desain ulang industri jasa keuangan serta penerapan konsolidasi dengan tegas agar pelaku industri keuangan menjadi lebih kokoh dan memiliki daya saing tinggi, baik di industri perbankan, IKNB (lembaga pembiayaan dan asuransi) maupun pasar modal (manajer investasi dan perusahaan efek).

Digitalisasi di zona jasa keuangan yang terintegrasi dengan sektor riil juga akan dipercepat untuk saling menguatkan dan menahan pertumbuhan ekonomi nasional. Begitu pula kebijakan untuk meminimalkan terjadinya “regulatory arbitrage” antar-sektor di industri jasa keuangan.

OJK pula akan terus meningkatkan kontribusi SJK dalam mendukung tercapainya SDGs menggunakan sustainable finance melalui produk serta layanan keuangan yang ramah lingkungan dan sosial.

Jalan memperluas akses keuangan dan pengembangan literasi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha ultra mikro dan UMKM akan ditingkatkan secara masif.

Berbagai inisiatif OJK di meningkatkan akses dan literasi keuangan akan terus didorong, seperti KUR Klaster, Bank Wakaf Mikro, Lakupandai, Jaring, Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir, Bumdes Center, Perluasan dan Optimalisasi TPAKD serta inisiatif digitalisasinya, di antaranya Digitalisasi BWM, Digitalisasi BPR maupun UMKMMU dan KURBali.

Berbagai kebijakan OJK ke depan itu akan dituangkan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan 2020-2024 yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

Rakerstra OJK 2021 kali ini juga mengundang Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menyampaikan berbagai kelanjutan perekonomian di NTT dan mempertimbangkan berbagai upaya untuk mempercepat perbaikan ekonomi di NTT yang mampu didorong oleh sektor jasa keuangan.

Mengucapkan juga: Ketua OJK paparkan empat arah kebijakan pengembangan keuangan syariah

Membaca juga: Wimboh nilai kebijakan OJK berpengaruh positif terhadap pasar modal

Baca juga: OJK keluarkan kebijakan lanjutan relaksasi dalam sektor perbankan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © JARANG 2020