News
Moeldoko: Indonesia bisa jadi negara maju 2045

Moeldoko: Indonesia bisa jadi negara maju 2045

menggunakan momentum ini buat melakukan perubahan-perubahan mendasar menuju Indonesia yang lebih bagus

Jakarta (ANTARA) kacau Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Indonesia bisa meraih cita-cita untuk menjadi negeri maju di tahun 2045, dengan nilai Produk Pribumi Bruto (PDB) terbesar kelima di dunia dan perolehan per kapita lebih dibanding 23. 000 dolar GANDAR.

Untuk mencapai tumpuan itu, Moeldoko menekankan kemajuan ekonomi harus konsisten.

“Untuk mencapai bahan itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang konsisten antara 5, 7 persen sampai 6, 2 persen per tahun, ” ujar Moeldoko masa menjadi pembicara Pelatihan Kepemimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) secara daring dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu.

Sebagaimana bukti yang diterima di Jakarta, dalam pelatihan yang memboyong tema “Potret Kepemimpinan Zaman Depan Menyongsong Tahun 2045” ini, Moeldoko yang didampingi Deputi III Kantor Pekerja Presiden Panutan S. Sulendrakusuma dan para Tenaga Cakap Kedeputian III KSP mengecap upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menuju 2045 kudu mulai dari sekarang.

Menyuarakan juga: Investasi faktor penting transformasi ekonomi bagi Indonesia Maju 2045

Karena bila tidak, maka target itu akan sulit dicapai & Indonesia akan terjebak di middle income trap , menjadi negara berpendapatan menengah, tetapi tak kunjung beranjak menjadi negeri maju.

“Hal itu telah dialami oleh beberapa negara. Kita tidak ingin seperti itu. Ditargetkan dalam tahun 2036 kita bakal keluar dari middle income trap dengan pendapatan bohlam kapita lebih dari 12. 000 dolar AS, ” ujarnya.

Taat dia, untuk mewujudkan bersemangat atau cita-cita tersebut tentu tidak mudah karena tetap ada hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah pandemi COVID-19.

Moeldoko menerangkan, COVID-19 telah membawa Nusantara dan semua negara dalam dunia ke dalam situasi krisis dengan skala dengan tidak pernah dialami sebelumnya, sehingga COVID-19 muncul sebagai game changer saat tersebut.

Dia pun menilai, tidak ada resep yang berlaku umum di semua negara untuk muncul dari krisis akibat pengaruh pandemi COVID-19. Namun Pemerintah telah berupaya melakukan dengan terbaik, sambil melihat potensi yang ada serta menyusun kekurangan-kekurangan yang sifatnya spesifik di Indonesia.

Baca serupa: Stafsus Menkeu: Indonesia berupaya jadi negara maju pada 2045

“Dengan demikian, diharapkan kita tidak hanya berkecukupan keluar dari krisis, tetapi sekaligus menggunakan momentum tersebut untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar menuju Indonesia yang lebih baik, ”  katanya.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi, sejak tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencakup upaya pemulihan kesehatan dan juga pemulihan ekonomi dengan memberikan motivasi baik di sisi seruan maupun di sisi penawaran.

Untuk tarikh 2020, anggaran PEN merupakan sebesar Rp695 triliun. Tengah pada tahun 2021, peruntukan anggaran PEN mencapai Rp699, 4 triliun.

“Angka ini dinamis, dalam arti masih bisa berubah sesuai perkembangan dan kebutuhan. Untuk program PEN 2021 sendiri meliputi lima kluster yaitu kesehatan, perlindungan baik, dukungan UMKM dan korporasi, insentif usaha, dan kalender prioritas, ” jelas Moeldoko.

Dia juga menegaskan, untuk mampu muncul dari krisis, dan sekali lalu menjaga agar Indonesia lestari berada di jalur dengan benar untuk mewujudkan Pandangan Indonesia Maju 2045, diperlukan koordinasi yang baik dibanding setiap instansi dan lembaga terkait untuk bersama-sama menyalahi pandemi dan sekaligus memulihkan perekonomian.

Baca juga: BI: Ekonomi Islam mainkan kedudukan besar capai Indonesia Lulus 2045

Maka itu, sekapur dia, diperlukan kepemimpinan dengan kuat, tegas, berani menjemput keputusan, serta mau mengindahkan, yang didukung analisis memadai dari bawahan, dari akademisi, praktisi dan komponen asosiasi lainnya.

“Terutama bagi mahasiswa. Karena periode depan ada di lengah kalian. Siapkan lah muncul sebaik-baiknya melalui berbagai kegiatan untuk mengisi proses leadership sehingga bisa memahami situasi, termasuk melakukan asesmen kepada faktor-faktor internal maupun eksternal, ” katanya.

Satu hal lain yang sangat penting, Moeldoko mendahulukan pentingnya perhatian terhadap daya ancaman ideologi.

Menurut Moeldoko, ancaman tersebut nyata, dan dapat mengancam keutuhan negara dan kemantapan sosial-politik. Karena tanpa kemantapan sosial-politik, proses pembangunan tidak bisa berjalan dengan cantik.

Baca juga: Riset jadikan Indonesia negara maju 2045

Baca juga: Sri Mulyani sebut 6 prasyarat MENODAI jadi negara maju, hadirkan Visi 2045
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021