News
Menteri Trenggono: Impor garam telah diputuskan

Menteri Trenggono: Impor garam telah diputuskan

Nanti misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kita menunggu itu. Karena tersebut sudah masuk dalam undang-undang cipta kerja

Indramayu (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Ajaib Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu berarakan.

“Impor garam sudah diputuskan melalui rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), ” logat Menteri Trenggono di Indramayu, Minggu.

Menurutnya saat ini masih menduduki data terkait kebutuhan sira di Indonesia, karena masa sudah didapati kekurangannya, oleh sebab itu yang akan di impor.   Impor garam yang dilakukan juga serasi neraca perdagangan, sehingga keinginan garam dalam negeri tersebut bisa terpenuhi.

“Nanti misalnya kekurangannya berapa, itu baru bisa diimpor, kita menunggu itu. Sebab itu sudah masuk di dalam undang-undang cipta kerja, ” ujarnya.

Tengah Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengucapkan akan mengawasi impor garam yang dilakukan pemerintah, agar kebijakan itu tidak memberatkan pada para petambak sira rakyat.

“Kita akan awasi betul, bagaimana impor garam ini tak berimbas kepada garam penggunaan yang selama ini pas dipasok oleh garam lokal, ” kata Ono.

Dia menambahkan masalah garam di Indonesia ini tidak kunjung selesai, sebab adanya perbedaan data jarang Kementerian Perdagangan dan serupa KKP.

Seharusnya lanjut Ono, pemerintah mampu mengetahui kebutuhan yang sesungguhnya, mana yang bisa dipasok garam lokal dan mana yang industri.   “Impor ini terkait neraca garam, di mana antara Kementerian Perikanan (KKP) dan Departemen Perdagangan selalu berbeda, ” katanya.  

Baca juga: Faisal Basri: Garam itu komoditas bagi-bagi rente
Baca juga: Menperin: Memasukkan garam 108 juta dolar hasilkan ekspor 37 miliar dolar
Baca pula: Pemerintah perlu perbanyak rembesan produksi garam rakyat

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2021