News
Mentan perintahkan hitung kerusakan tanah pertanian di NTT

Mentan perintahkan hitung kerusakan tanah pertanian di NTT

Kupang (ANTARA) semrawut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan para pejabatnya untuk menghitung kerusakan tanah pertanian yang ada pada NTT yang diakibatkan oleh badai Siklon Seroja di Ahad (4/4) lalu.

“Masalah padi, jagung dan ternak akibat bencana negeri ini akan saya kurang dan saya perintahkan dirjen untuk cepat menyusun agenda dan program nyata, ” katanya kepada wartawan di Kupang, Ahad.

Mentan menyebutkan penanganan pengaruh musibah di NTT era ini merupakan salah utama perhatian utama Kementan.

Oleh karena itu, ia memerintahkan jajaran Kementan bersama pemerintah daerah buat menyusun rumusan program dengan tepat guna pemulihan produksi padi, jagung dan peternakan mengingat NTT merupakan sentra produksi jagung dan lembu.

Baca juga: Sebagian Dukuh Tunbaun di Kupang masuk diterjang Siklon Seroja

Mengucapkan juga: Jangan ada teristimewa lara di Adonara

“Saya hadir pada sini untuk bangsa dan negara dan ini adalah perintah Bapak Presiden Jokowi. Untuk itu, hari tersebut memberikan bantuan darurat bersifat sembako dan melihat pertanian yang terdampak ada padi, jagung dan peternakan yang habis terkena bencana alam untuk segera dilakukan upaya pemulihan, ” ujarnya.

Sebelum penyerahan bantuan tersebut, Mentan Syahrul bersama Bupati Kupang meninjau lahan pertanian dan peternakan yang terdampak bencana alam di Oesao, Kabupaten Kupang.

Syahrul menambahkan pihaknya biar tidak hanya membantu perbaikan budidaya padi, jagung dan peternakan, tapi juga tumpuan program yang dapat memajukan perekomonian masyarakat.

Setiap rumah yang terdampak bencana alam diberikan bantuan bibit pisang varietas baru dihasilkan Badan Litbang Kementan hingga difasilitasi aspek hilirnya.

“Kita siapkan bibit pisang 100 ribu pohon, tanam setiap rumah, hasilnya sangat bagus, lain dengan pisang umumnya. Namun, yang saya inginkan bukan soal makan pisangnya, akan tetapi hasilnya dikelola secara pabrik keluarga. Bikin kripik di dalam kemasan yang bagus & nilai jualnya tinggi, ” ujarnya.

Mentan juga sempat meninjau lokasi dampak banjir di Kabupaten Kupang serta melepas 20 truk yang membawa sandaran logistik serta bantuan untuk pertanian.

Kunjungan ini sebagai respon lekas Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memenuhi kebutuhan pangan klub dan mengambil langkah penting guna menangani dampak kematian alam khususnya mengembalikan buatan padi, jagung dan peternakan.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan kunjungan Mentan SYL tentunya tidak hanya menyerahkan bantuan sembako. Namun demikian, yang penting adalah untuk memberikan bantuan & program pemulihan dan pengembangan hasil pertanian utama padi, jagung dan peternakan.

“Jadi bukan cuma menyerahkan sembako saja. Yang jelas kalau Pak Menteri Pertanian turun, artinya bantuan utamanya adalah untuk daerah pertanian, ” ujarnya. *

Baca juga: Bencana NTT, korban meninggal bertambah siap 174 orang

Baca selalu: BNPB susur sungai dan survei udara di letak terdampak di NTT

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021