News
Menperin paparkan pertemuannya dengan METI Jepang

Menperin paparkan pertemuannya dengan METI Jepang

Menteri Kajiyama juga memuji kebijaksanaan relaksasi PPnBM yang dianggap dapat mendorong kemudahan investasi bagi industri Jepang yang akan masuk ke Indonesia

Jakarta (ANTARA) kepala Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan hasil pertemuannya dengan Minister of Economy, Trade, and Industry (METI) Kajiyama Hiroshi di dalam kunjungan kerjanya beberapa keadaan lalu.

“Dengan Menteri Kajiyama, kami membahas pengembangan kerja sama New Manufacturing Industrial Development Center ( New MIDEC ) di bawah kondisi kerjasama bilateral Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ” ujar Menperin di Jakarta, Kamis.

Gajah Kajiyama juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia melalui Peraturan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pemerintah Jepang, cakap dia, mengharapkan dengan UU Cipta Kerja iklim usaha di Indonesia akan semakin baik, memberikan kepastian asas, dan meningkatkan transparansi dengan memang diharapkan oleh karakter usaha Jepang yang berinvestasi di Indonesia.

Sebaliknya, Menperin juga berniat agar Pemerintah Jepang mampu terus mendorong perusahaan Jepang untuk meningkatkan investasinya dalam Indonesia.

“Menteri Kajiyama juga memuji kecendekiaan relaksasi PPnBM yang dianggap dapat mendorong kemudahan investasi bagi industri Jepang yang akan masuk ke Nusantara, ” kata Menperin.

Dalam pertemuan itu, juga dibahas mengenai emisi zero ( carbon neutral ) yang ditargetkan dapat dicapai di dalam 2050 oleh Jepang. Dengan kebijakan tersebut, Indonesia juga perlu menyusun roadmap untuk tujuan yang sama.

“Dalam hal itu, kami harus menggunakan desain yang sesuai, karena selain menekan emisi karbon serendah-rendahnya, termasuk lewat program LCGC dan mengarah ke EV, kami juga tetap harus jaga investasi yang telah berjalan di Indonesia, ” jelas Menperin.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu keterlibatan lintas departemen dan lembaga dalam menamsilkan industri, khususnya otomotif.

Kebijakan yang semasa ini sudah berjalan, kurun lain penerapan mandatory biodiesel juga terbukti meningkatkan ketenteraman petani kelapa sawit.

“Kemenperin mendorong tata industri otomotif secara berbudi, namun kami sepakat dengan upaya pencapaian target carbon neutral , ” kata Menperin.

Dari pertemuan itu, Menperin menyimpulkan Indonesia perlu menerapkan inovasi teknologi laksana yang dilakukan di Jepang untuk memelihara kontinuitas yang merupakan bagian dari jalan membangun kepercayaan investor dalam negeri.

“Semoga kerja sama pabrik, ekonomi dapat segera merayap erat, khususnya dalam hal program kerja sama New MIDEC, ” ungkapnya.

Menperin juga mengirimkan perkembangan beberapa proyek yang diinisiasi Pemerintah RI, lengah satunya kawasan industri petrokimia berbasis gas di Teluk Bintuni, Papua. Dengan daya sumur gas sekitar 7, 9 Terracubicfeet (TCF), KI Teluk Bintuni akan menjelma kawasan industri petrokimia terbesar seluas 2. 000 hektare.

Salah utama perusahan Jepang, Sojitz Corporation, menyatakan tertarik dan mau berkolaborasi dalam proyek itu.

“Kami menodong kepada pemerintah Jepang melalaikan METI agar dapat mendukung rencana tersebut, dan biar mendorong industri pionir di Jepang untuk berinvestasi pada industri soda ash, yang merupakan hilirisasi ammonia, ” kata Agus.

Menteri Kajiyama menanggapi, ketahanan rantai pasok dan pengembangan investasi merupakan fokus dengan dapat ditingkatkan di periode pandemi ini.

Menurut dia, proyek Bintuni merupakan hal yang benar menarik dan pihaknya menyampaikan dukungan kepada Indonesia di dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Investasi yang dikerjakan Sojitz dan konsorsiumnya sanggup memberi dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan di RI, ” ujarnya.

Menyuarakan juga: Menperin: pelaku cara Jepang pandang UU Membentuk Kerja penting

Baca serupa: Menperin minta Jepang izinkan APM di Indonesia ekspor ke Australia

Baca juga: Bertemu Menteri Nishimura, Menperin sebut pertemuan dua kawan lama

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © KURUN 2021