News
Menparekraf terapkan 6 strategi percepat pemulihan sektor parekraf

Menparekraf terapkan 6 strategi percepat pemulihan sektor parekraf

Jakarta (ANTARA) kacau Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menerapkan enam langkah strategis untuk mempercepat perbaikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Menparekraf Sandiaga, dalam kesibukan weekly press conference di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, mengatakan strategi pertama
terkait program stimulus hibah pariwisata.

“Pada tahun 2020, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan stimulus di zona pariwisata dan ekonomi kaya sebesar Rp3, 3 triliun dengan angka realisasi sebesar 69, 63 persen, ” katanya.

Lantaran dana tersebut, 30 komisi untuk Pemda dan 70 persen untuk pengusaha hotel dan restoran.

“Untuk program stimulus dengan akan dikeluarkan tahun itu masih dalam tahap perdebatan, dan kami akan menganjurkan update berapa jumlahnya dan juga dari segi zaman kapan akan bisa direalisasikan. Pastinya stimulus tahun itu bertujuan agar para pelaku di sektor parekraf mampu terselamatkan, karena ada sebanyak 34 juta masyarakat dengan menggantungkan hidupnya di sektor ini, ” ujarnya.

Kedua, penerapan “free covid corridor” atau dengan saat ini disebut “travel corridor arrangement” yang era ini sedang dalam periode finalisasi. Karena dalam mengambil perbatasan ini harus benar-benar memperhatikan aspek kesehatan jadi prioritas.

“Rencananya pertengahan Maret ini kita akan melakukan rapat penyelarasan di Bali, dengan mengundang stakeholder terkait. Kita harapkan ini bisa memberikan jalan segar, menebar harapan. Hendaknya ‘travel corridor arrangement’ tersebut bisa kita mulai eksekusi dalam jangka waktu sedikit, ” katanya.

Ketiga, pengembangan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Dalam anjangsana kerjanya beberapa waktu morat-marit, Menparekraf telah meninjau KEK Likupang, Sulawesi Utara.

Kawasan tahap I KEK Likupang yang beruang di lahan seluas 92, 89 hektare dengan poin investasi sudah hampir Rp1 triliun. Mencakup resort, faedah, area komersial, danau, juga ruang terbuka hijau. Mutlak nilai investasi diperkirakan memikat investasi Rp5 triliun mematok tahun 2040.

“KEK ini sasarannya ialah bagaimana kita menggerakkan ekonomi berbasis insentif kebijakan-kebijakan negeri. Saya juga akan menetapkan bahwa eksekusi KEK tersebut akan berjalan sesuai dengan target, tepat sasaran, benar manfaat, dan tepat periode, ” kata Menparekraf.

Selanjutnya, keempat Kemenparekraf akan memfasilitasi “on boarding” program digitalisasi bagi para-para pelaku ekonomi kreatif. Tahun 2020 “on boarding” program ini mencapai 4 juta peserta. Sedangkan, pada tarikh 2021, Menparekraf ingin rencana ini bisa mencapai 10 – 15 juta pelaku parekraf.

“On boarding” program ini berniat untuk meningkatkan kemampuan serta kompetensi, tidak hanya “scale up” SDM saja, tapi juga mendorong SDM parekraf bisa menghasilkan produk yang berkualitas.

“Ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Presiden untuk bangga buatan Indonesia, cintai produk-produk Indonesia. Dan Presiden meneruskan suatu narasi yaitu dengan jalan apa kita menghindari produk luar negeri, seandainya kita mempunyai alternatif produk Indonesia dengan berkualitas. Hal ini ialah ajakan dan tantangan bagi para pelaku ekonomi kaya untuk meningkatkan kualitas dibanding produk yang dihasilkan, ” tuturnya.

Kemudian, kelima pengembangan Desa Wisata, yang merupakan bagian lantaran pada pilar terpenting lantaran pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Karena, Menparekraf tidak ingin pariwisata ini menjadi eksklusif, memperbedakan inklusif.

Cocok RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjelma desa wisata mandiri tenggat 2024. Dari 224 daerah wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas serta akan diperluas.

“Program ini harus mencakup desa wisata di setiap destinasi super prioritas. Kita harapkan desa wisata tersebut akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Dan tentunya, perluasan desa wisata menekankan arah berkelanjutan, ” jelas Menparekraf.

Terakhir, keenam vaksinasi bagi para karakter pariwisata dan ekonomi kaya, yang saat ini sedang berjalan. Program vaksinasi ini nantinya akan diperluas di berbagai destinasi di Nusantara dan dilakukan secara berantara. Selain, Provinsi Bali, provinsi Jabodetabek juga mendapat prioritas penerima vaksin.

“Untuk wilayah Jabodetabek bersandar dari jumlah data dengan sedang kami kumpulkan. Harapannya vaksinasi ini bisa kita terapkan di berbagai daerah, ‘the sooner, the better’, semakin cepat, semakin elok. Karena untuk mencapai bahan ‘herd immunity’ di zona parekraf kita harus mencari jalan semaksimal mungkin, ” ujarnya.

Baca juga: Menparekraf tekankan pentingnya informasi positif untuk memotivasi
Baca pula: Menparekraf dukung pengembangan wisata berbasis otomotif di Negeri
Baca juga: Sandiaga berharap vaksinasi pelaku parekraf terlaksana sesuai target

 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © JARANG 2021