News
Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan

Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan

Jangan tiba-tiba dibuka tapi sosialisasi belum terlaksana dengan cantik, karena apapun juga, risiko dibanding COVID-19 ini harus dihindari…

Jakarta (ANTARA) – Menteri Turisme dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Wisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memastikan bioskop menerapkan dengan indah protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Wishnutama Kusubandio, Sabtu, mengucapkan pihaknya merilis panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk sektor hotel, restoran, dan bioskop bersamaan dengan peluncuran kampanye nasional “Indonesia Care”.

“Jangan tiba-tiba dibuka akan tetapi sosialisasi belum terlaksana dengan elok, karena apapun juga, risiko sejak COVID-19 ini harus dihindari & saya tak lelah menyampaikan agar sektor-sektor yang berada di kolong pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat menjalankan protokol dengan elok, benar, dan penuh kedisiplinan, ” ujar Wishnutama.

Baca juga: Bioskop CGV beroperasi lagi 29 Juli, ini aturan protokol kesehatannya

Untuk itu, ia pun langsung melakukan peninjauan kesiapan penerapan protokol normal baru ke salah satu eksibitor, Cinema XXI, di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (10/7).

Menparekraf tahu langsung standar baru yang sudah dipersiapkan pengelola bioskop. Mulai daripada pemeriksaan suhu tubuh di kemungkinan masuk, proses antre tiket, pembelian makanan yang bisa dilakukan secara memesan dengan aplikasi, studio jadi lokasi eksibisi film, serta tempat tinggal informasi.

Semua metode tersebut telah dipersiapkan dengan pengoperasian ”physical distancing” yang baik, tercatat ketersediaan ”hand sanitizer” di setiap sudut serta kesiapan para staf lengkap dengan alat pelindung muncul yang dibutuhkan. Mulai dari menyarung tangan, masker, serta ”face shield”.

”Tidak hanya pada bioskop, sebelumnya kami juga sudah melihat langsung simulasi penerapan adat di berbagai sub sektor yang lain seperti hotel, restoran, dan pula destinasi wisata, ” kata Wishnutama.

Mengucapkan juga: Bioskop buka 29 Juli, tapi protokol ruang pertunjukan belum ditetapkan

Menurutnya simulasi ini penting untuk dilakukan agar semua pihak, bagus pelaku usaha maupun masyarakat paham akan prosedur-prosedur yang harus dijalankan, sehingga saat sudah ada kesimpulan untuk membuka    kembali hidup, kegiatan dapat berlangsung dengan bagus namun tetap aman dari COVID-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan permisi agar pengelola bioskop membuka kembali  operasionalnya mulai 29 Juli 2020 dengan penerapan protokol yang saksama.

Menanggapi hal tersebut, Wishnutama mengatakan keputusan untuk menelungkupkan destinasi ataupun sektor ekonomi kreatif menjadi wewenang pemerintah daerah secara memperhatikan tiga hal. Yakni kedudukan COVID-19, kesiapan daerah serta implementasi dari protokol kesehatan itu sendiri.

“Itu yang kita lakukan saat ini, sehingga kapanpun (bioskop) dibuka kita sudah jadi. Dengan adanya panduan protokol kesehatan tubuh salah satunya di sektor perfilman ini, saya harap industri itu bisa produktif kembali, dari produksinya, bioskopnya dan berbagai macam aksi lainnya yang beberapa bulan macet, ” kata Wishnutama.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020