News
Menparekraf optimis magnet Borobudur kausa kebangkitan pariwisata

Menparekraf optimis magnet Borobudur kausa kebangkitan pariwisata

Magelang (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kaya (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimis magnet  Borobudur menjadi awal kebangkitan ekonomi serta pariwisata Indonesia.

“Saya harapkan begitu dipromokan hendak meningkatkan pariwisata tentunya secara bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, ” kata Sandiaga Uno di penutupan “Trial of Civilization” di Plataran Resort dalam Kawasan Borowudur, Kabupaten Magelang, Selasa malam.

Ia menyampaikan hari ini adalah kongklusi dari “Trial of Civilization” (jejak peradaban) dengan merancang pola kunjungan untuk kesiapan dari Borobudur sebagai satu destinasi super prioritas.

Trial of civilization atau jejak peradaban ini jadi daya tarik yang luar piawai atas satu pendekatan pariwisata yang lebih berkualitas serta memiliki dampak atas perkembangan dan kelestarian lingkungan.

Membaca juga: Menparekraf luncurkan wisata “jejak peradaban” Candi Borobudur

“Kita belajar mengenai hal-hal yang sangat esensial daripada peradapan dan timbul pengetahuan yang sangat menarik bahwa kita bisa belajar tahun 800 waktu Borobudur datang itu budaya memijat atau spa sudah ada, ” katanya.

Sandiaga menuturkan mungkin Bali terkenal sebagai “spa capital of the world”, tetapi di Borobudur ini tempat lahirnya budaya “massage”.

Di kawasan Borobudur, wisatawan juga bisa belajar agrowisata, mempelajari tentang kesehatan meniti yoga, juga ada kerajinan gerabah menggunakan keahlian tangan.

Wisatawan pula dapat berkunjung ke kaum desa wisata yang mempunyai balai ekonomi desa (balkondes) yang bisa menjadi aktivis ekonomi, membuka lapangan kegiatan dan di saat yang sangat penuh tantangan itu dituntut memiliki kesiapan yang lebih baik lagi, bertambah tangguh lagi untuk bertemu pariwisata era baru.

Menurut dia, sejenis nanti jalan tol Semarang-Yogyakarta dibuka dan Bandara segar Yogyakarta berfungsi secara optimal kunjungan wisatawan ke Magelang dan sekitarnya diperkirakan mencapai 8 juta hingga 12 juta.

“Berarti harus disiapkan Borobudur masa baru yang lebih berkelanjutan, sehingga kunjungan wisatawan di sini bisa menghadirkan peluang usaha dan terbukanya lapangan pekerja, ” katanya.

Menangkap juga: Akademisi UI: Candi Borobudur lumbung ilmu pengetahuan dan budaya

Ia mengirimkan melihat di tengah pandemi yang sudah satu setengah tahun ini pariwisata dan ekonomi kreatif melakukan adaptasi dan jejak perabadan “trial of civilization” ini adalah bentuk adaptasi dan perubahan. ***1***

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021