News
Menkominfo minta operator seluler persiapkan matang 5G

Menkominfo minta operator seluler persiapkan matang 5G

Menkominfo minta operator seluler persiapkan matang 5G

Jakarta (ANTARA) – Menyambut era baru jaringan telekomunikasi di Indonesia, Menteri Hubungan dan Informatika Johnny G. Plate meminta operator seluler mempersiapkan secara matang jaringan 5G.

“Ini tidak cepat-cepatan, tapi persiapan sampai, pertimbangan bisnis yang berorientasi ke depan, ” introduksi Johnny saat acara maya, Kamis.

Adopsi awal 5G di Indonesia, menurut Johnny, merupakan langkah revolusioner di era telekomunikasi dan digital Indonesia, tetap akan menimbulkan dampak nyata maupun negatif.

Baca pula: Operator telekomunikasi diminta taat aturan uji laik operasi 5G

“Itu mendorong kita untuk berkolaborasi agar penggelaran 5G lebih matang serta kuat, ” kata Johnny.

Menteri Johnny menaruh harapan besar di jaringan 5G, apalagi bangsa sudah banyak yang pindah ke ruang digital. Pandemi virus corona sejak setahun belakangan juga mendorong transformasi digital di Indonesia.

“Siapkan operating expenditure dan capital expenditure dengan memadai, pasar menanti. Pemerintah akan memastikan (menjalankan) tugas dan fungsi pokoknya, ” kata Johnny.

Berkaitan dengan wilayah operasional 5G yang saat tersebut terbatas, Johnny juga meminta operator seluler menyiapkan denah jalan dan cara yang efisien dalam menggelar infrastruktur untuk 5G.

Baca serupa: Kominfo beri izin Telkomsel gelar layanan 5G menguntungkan

Telkomsel baru saja meluncurkan layanan 5G komersial secara terbatas untuk pengguna pada wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, beserta beberapa kota lainnya.

Peluncuran layanan 5G dari Telkomsel menandai masuknya 5G ke Indonesia untuk pertama kalinya dalam servis komersial.

Operator seluler ini mengoperasikan petunjuk 5G di spektrum saluran radio 2, 3GHz, sebati dengan izin yang dikasih kementerian untuk mengoperasikan servis tersebut.

Keterangan dari Kementerian Kominfo, Indonesia membutuhkan alokasi spektrum saluran radio sebesar 2. 047MHz sampai 2024 nanti untuk mendukung jaringan 4G dan 5G.

Saat ini, untuk keseluruhan operasional telekomunikasi di Indonesia, terpakai sekitar 737MHz.

Pemerintah masih perlu menaikkan dan menata ulang, farming dan refarming , sebesar 1. 310MHz atau hampir dua kala lipat dari kapasitas dengan ada sekarang.

Baca juga: Indonesia miliki layanan 5G komersial pertama

Baca selalu: 5 hal yang menetapkan diketahui soal 5G dalam Indonesia

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021