News
Menko Airlangga tegaskan komitmen pada pembangunan berkelanjutan

Menko Airlangga tegaskan komitmen pada pembangunan berkelanjutan

Pemerintah Indonesia kembali menetapkan komitmennya dalam mendukung kesuksesan Konferensi COP26 mendatang. Upaya pelestarian lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan harus tetap menjadi fokus, di tengah kala pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Tempat Perekonomian Airlangga Hartarto menetapkan komitmen Indonesia dalam pendirian berkelanjutan dengan mendukung keberhasilan konferensi Climate Change Conference of the Parties  26  (COP26) Forest, Agriculture and Commodity Trade.
“Pemerintah Indonesia kembali menguatkan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Konferensi COP26 mendatang. Upaya pelestarian lingkungan dalam pendirian berkelanjutan harus tetap menjadi fokus, di tengah era pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19, ” kata Menko Airlangga dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menko Airlangga telah bertemu dengan President Designate of the United Kingdom untuk COP26 Alok Sharma guna membahas sejumlah kejadian terkait COP26 Forest , Agriculture and Commodity Trade (FACT) tercatat persiapan, kesiapan dan kontribusi Indonesia dalam Konferensi COP26 yang akan digelar pada Glasgow, Inggris pada 1-12 November mendatang. Dalam pertemuan COP26 FACT Dialogue tersebut, Indonesia berperan sebagai co-chair bersama Inggris.

COP26 akan berfokus di dalam upaya percepatan penghapusan penggunaan batu bara, pengurangan deforestasi, percepatan peralihan ke instrumen listrik dan mendorong investasi dalam energi terbarukan. Pertemuan tersebut juga memfinalisasikan Paris Rulebook (aturan rinci untuk implementasi Paris Agreement ) & mempercepat aksi untuk menyalahi krisis iklim melalui persekutuan antara pemerintah, bisnis, maupun masyarakat sipil.

Dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim, pemerintah Nusantara telah mengadopsi sejumlah kecendekiaan, di antaranya dokumen Sokongan yang Ditetapkan secara Nasional ( Nationally Determined Contribution /NDC) yang menunjukkan komitmen pemerintah Nusantara mengurangi emisi gas vila kaca sebesar 29 persen tanpa syarat (dengan daya sendiri) dan 41 komisi bersyarat (dengan dukungan universal yang memadai) pada 2030.

Selain tersebut, pemerintah Indonesia juga sudah melakukan penguatan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), serta mengimplementasikan beberapa praktik keberlanjutan, seperti Timber Legality Assurance System (SVLK) serta Sustainable Jujur Rubber Platform (SNARPI).

Lebih lanjut Menko Airlangga juga mengapresiasi kerja sama Indonesia dan Inggris dalam agenda Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOSI) yang bertujuan untuk meningkatkan serta mengembangkan produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat daya pengusaha kecil dan memperbagus penerimaan produk minyak sawit Indonesia di dunia internasional.

Pada 15 April 2021 lalu selalu telah dilaksanakan COP26 FACT Dialogue Ministerial Roundtable yang dipimpin oleh Lord Zach Goldsmith ( Co-chair Inggris) dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong ( Co-chair Indonesia).

Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Inggris mendorong finalisasi Joint Statement on the Principles for Collaboration dengan berisikan prinsip-prinsip kerja sama dan kolaborasi pada level tinggi, serta komitmen buat bekerja sama mengembangkan peta rencana aksi kolektif terkait perlindungan hutan, promosi perdagangan, dan pembangunan melalui 4 tema Working Group (WG), yaitu WG Trade and Markets Development, WG Smallholder Support, WG Traceability and Transparency , dan WG Research, Innovation and Technology.

Zaman ini tercatat ada 21 negara yang sudah meng- endorse draft Joint Statement itu, yakni antara lain: Belgia, Brazil, Kolombia, Denmark, Perancis, Gabon, Ghana, Jepang, Korea, Liberia, Malaysia, Belanda, Nigeria, Norwegia, Paraguay, Peru, Spanyol, Britania Raya, dan Uruguay.

Baca juga: Presiden tetapkan Airlangga jadi Ketua Presidensi G20 Indonesia
Mengucapkan juga: Menko Airlangga membuka 5 strategi RI mengatur Presidensi G20
Menangkap juga: Menko Airlangga tekankan pentingnya tata kelola kongsi

 

Pewarta: Dayang Khaira Riswan
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021