News
Menko Airlangga: SDM kelas membuang jadi kunci Indonesia Lulus 2045

Menko Airlangga: SDM kelas membuang jadi kunci Indonesia Lulus 2045

pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja, mengatur kembali mekanisme perizinan bisnis melalui Online Single Submission menguatkan UMKM

Jakarta (ANTARA) kepala Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Sumber Daya Manusia (SDM) kelas menengah menjadi salah kepala kunci dalam meraih Nusantara Maju 2045.

Negeri telah merilis Undang-Undang (UU) No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan menjadi terobosan dalam menciptakan struktur ekonomi yang bertambah kuat dan berkelanjutan, dan mereformasi beberapa regulasi contoh yang berpotensi menghambat investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Melalui UU No. 11/2020 ini, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja, mengatur kembali mekanisme perizinan bisnis melalui Online Single Submission menguatkan UMKM, dan membuat penyesuaian di peraturan tenaga kerja supaya lebih relevan dan fleksibel, ” kata Menko Airlangga dalam Peluncuran Laporan Bank Dunia “ Pathways to Middle-Class Jobs in Indonesia” dengan virtual, di Jakarta, Rabu.

Menko Airlangga menyampaikan produktivitas angkatan kerja, baik dari kelas membuang maupun bukan menjadi pokok supaya negara memiliki gaya saing tinggi di medan perekonomian global.

Baca juga: Menko Airlangga: RUU Membikin Kerja upaya wujudkan Indonesia maju

Langkah memperkuat produktivitas tersebut diawali dengan peluncuran program Making Indonesia 4. 0 di 2018. Lengah satu yang menjadi titik berat dalam program itu adalah proses digitalisasi pada segala lini bisnis serta ekonomi.

Jumlah ekonomi digital di Nusantara meningkat sebesar 11 komisi dari 40 miliar dolar AS di 2019 menjadi 44 miliar dolar AS di 2020 dan berpotensi naik menjadi 124 miliar dolar AS di 2025. Jumlah tersebut diproyeksikan hendak menjadi yang tertinggi se-Asia Tenggara dan skor Literasi Digital Indonesia pada Global Innovation Index (2020) adalah 3, 47 dari rasio 5, 00.

Dalam 15 tahun ke depan, lanjut Airlangga. Nusantara membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital atau 600 ribu talenta setiap tahunnya untuk mendukung agenda transformasi digital. Formasi talenta digital tersebut akan lebih didominasi oleh generasi milenial dengan sedang dalam usia kaya.

“Pemulihan ( reset dan rebooting ekonomi) memerlukan akselerasi, dan ekonomi digital yang akan dapat mewujudkannya dalam waktu dekat tersebut. Kesuksesan ekonomi digital tentunya disokong oleh perkembangan infrastruktur teknologi digital, ” ujar Airlangga.

Adapun untuk merespon transformasi pasar tenaga kerja itu, negeri sudah melakukan beberapa upaya meningkatkan kualitas SDM. Yaitu, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang sudah diatur di UU Cipta Kerja untuk memberikan jaminan bagi para pekerja yang terkena PHK. Lalu, program Kartu Prakerja yang ditujukan untuk para-para pencari kerja, pekerja dengan di-PHK, dan pekerja dengan membutuhkan kompetensi lebih tinggi dari sebelumnya.

Serta, dalam jangka lama pemerintah menyempurnakan sistem nasional Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kejuruan atau Technical and Vocational Education and Training (TVET) agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dengan mengisbatkan link and match kurun sektor industri dan madrasah vokasi.

“Untuk mendorong lebih lanjut keterlibatan industri dalam kegiatan vokasi, pemerintah sudah menyediakan Super Tax Deduction , yaitu insentif retribusi sampai 200 persen daripada total biaya riil yang dikeluarkan oleh industri ketika menjalankan kegiatan vokasi menggunakan skema pelatihan dan pemagangan, ” tutur Airlangga.

Sedangkan untuk tumpuan jangka menengah dari kebijaksanaan penciptaan lapangan kerja, pemerintah akan fokus kepada 3 strategi, yaitu ekonomi muda (green economy), ekonomi menak (blue economy), dan ekonomi digital.

Baca juga: Sertifikasi kompetensi dukung program SDM Unggul Indonesia Maju

Baca juga: Airlangga ajak akademisi ambil peran dalam agenda Kartu Prakerja

Baca juga: Airlangga Hartarto: Krisis jadi momentum perombakan struktural

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021