News
Menkes ingin laju penularan COVID-19 ditekan hingga rasio dibawah satu

Menkes ingin laju penularan COVID-19 ditekan hingga rasio dibawah satu

Bantul, Yogyakarta (ANTARA) – Gajah Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ingin laju transmisi infeksi COVID-19 bisa ditekan menjadi hingga satu karakter di bawah satu agar kasus konfirmasi positif dengan dirawat di rumah lara tidak semakin menjadi muatan bagi fasilitas kesehatan.

“Laju penularan harus mampu turun, saya pingin di bawah satu, satu karakter nularin 0, 8 ataupun 0, 6, artinya 3 orang nulari dua, atau empat orang nulari tiga, ” kata Menkes pada kunjungan kerja meninjau jalan penanganan COVID-19 di Puskesmas Bambanglipuro Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin.

Baca juga: Menkes: Menetapkan gandeng TNI/Polri gencarkan pelacakan kasus COVID-19

“Jangan 4 orang nulari empat, atau empat orang nulari 40 orang, itu bahaya. Serta tadi saya lihat 3 orang konfirmasi dilacak nulari tiga orang, itu masih satu banding satu, jika bisa satu dibanding lebih kecil, ” kata Menkes.

Oleh karena itu, Menkes mendorong jalan Pemkab Bantul dalam rancangan Penguatan Puskesmas Bambanglipuro di Akselerasi Testing, Tracing, serta Treatment (3T) dengan dukungan keterpaduan tenaga kesehatan, TNI/Polri dan Pemberdayaan Masyarakat untuk menurunkan laju penularan urusan COVID-19.

Baca juga: Menkes ingin strategi 3T digencarkan, kurangi laju penularan COVID-19

“Kalau ini bisa, urusan konfirmasi positif turun, tentu tekanan di rumah rendah turun, aturannya kalau 100 konfirmasi, 80 orang menetapkan dirawat di selter (tempat isolasi mandiri) saja, dan 20 orang harus hadir rumah sakit, itu kalau 100 kasus, ” katanya.

Menteri memasukkan, kalau misalnya 1. 000 kasus maka rumah sakit harus menangani 200 orang dan begitu seterusnya, serta semakin banyak kasus pengesahan maka akan menjadi tanggung dan masalah bagi panti sakit tersebut.

Baca serupa: Menkes tegaskan vaksin gotong royong harus gratis

“Karena itu saya bilang jangan di rumah sakit yang diberesin, itu salah strateginya, kasihan, banyak nakes wafat gara-gara itu (pasien penuh), harusnya diberesi dari ‘intel’nya di surveilansnya, atau di hulunya, itu yang kudu cepat, supaya dengan serupa itu laju penularan turun, ” katanya.

Dalam percepatan tracing kasus nyata COVID-19, Menkes meminta agar ada pelibatan Bhabinkamtibmas & Babinsa, karena aparat TNI dan Polri tingkat kampung itu yang mengetahui kedudukan di daerah masing-masing daerah.

“Untuk itu perlu disiplin teman-teman pada Puskesmas, dan untuk tracing ada aturannya 30 mulai 100 ribu populasi, siap kira-kira butuh 80 ribu se-Indonesia, bagaimana caranya?, paling cepat pakai Bhabinkamtimas dan Babinsa karena di desa-desa ada, minta tolong mereka, ” kata Menkes.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021