News
Menhub: Tidak ada penerbangan penumpang dari India

Menhub: Tidak ada penerbangan penumpang dari India

Jakarta (ANTARA) – Negeri resmi melarang sementara penerbangan penumpang dari India ke Indonesia sebagai bentuk perkiraan penularan COVID-19 akibat lonjakan kasus di negara India.

“Kami menyatakan tidak ada penerbangan reguler. Barang dimungkinkan itupun dilakukan dengan selektif karena kita pula membutuhkan pergerakan kargo lantaran India ke Indonesia diantaranya vaksin, ” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat konferensi pers daring di Jakarta, Jumat.

Kalaupun ada sepadan pergerakan dari luar & dari dalam keluar India-Indonesia, lanjut Menhub, hanya hendak melalui empat bandara yaitu Soekarno Hatta, Samratulangi, Juanda dan Kualanamu.

Kemudian melalui pelabuhan dalam Dumai, Batam dan Semenanjung Pinanga. Sedangkan pintu meresap darat melalui Entikong dan Malinau.

Menhub Budi mengatakan detail hukum larangan penerbangan penumpang mau dibahas lebih lanjut & mengacu pada Surat Edaran Dirjen Imigrasi.

Pada kesempatan yang sebanding, Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting memastikan bahwa penyusunan preskripsi pelarangan tidak akan makan waktu lama, karena sebelumnya Indonesia pernah memberlakukan pembatasan ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Italia, serta Iran.

“Nanti kita akan keluarkan Surat Edaran khusus Warga Negara India dan yang sudah berada di India semasa 14 hari, ” ujarnya.

Jhoni mengucapkan pemberlakuan tersebut bersifat sementara dan pihaknya akan menunggui perkembangan eskalasi dan herd imunity di India serta senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri.

Adapun India merupakan salah mulia negara yang mengalami gelombang ketiga COVID-19. Hingga 22 April 2021, India melaporkan 15. 930. 965 karakter terinfeksi COVID-19 dengan angka kematian mencapai 184. 657 orang dan jumlah urusan baru sebanyak 314. 835 orang.

Baca juga: Tahan risiko virus, Australia bakal larang penerbangan dari India

Baca juga: Hong Kong larang sementara penerbangan sejak India, Pakistan, Filipina

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Tabiat Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021