News
Menhub naiki perahu nelayan, tinjau Pangkalan Patimban

Menhub naiki perahu nelayan, tinjau Pangkalan Patimban

Jadi rencananya akan ada kerja sama dari para perusahaan dengan membentuk koperasi usaha bersama untuk nelayan dan ada bantuan kapal yang muatannya bertambah dari 15GT supaya nelayan bisa melaut lebih jauh

Bandung (ANTARA) – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi didampingi Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar meninjau lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu, dengan menaiki perahu hak nelayan setempat.

Pada jalan tersebut Menhub Budi mendengarkan langsung aspirasi dari nelayan Patimban dengan biasa beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Kegiatan melaut nelayan tentu harus jadi menghiraukan kita bersama, untuk itu hari ini kami dari Kementerian Relasi, hadir pula dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan perusahaan kontraktor bersama-sama mendengar langsung cita-cita dari para nelayan Patimban, ” kata Menhub.

Menhub memastikan para nelayan akan dikasih solusi terbaik agar kegiatan melautnya tidak terdampak parah efek pendirian Pelabuhan Patimban.

Baca juga: Pelabuhan Patimban siap beroperasi Desember 2020

“Jadi rencananya akan ada kerja sama dari para perusahaan dengan membentuk koperasi usaha bersama untuk nelayan & ada bantuan kapal yang muatannya lebih dari 15GT supaya nelayan bisa melaut lebih jauh, ” kata Menhub.

Agen nelayan sekaligus Ketua Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Genteng Subang Jauhari (45) mengapresiasi kunjungan Menhub Watak Karya untuk langsung mendengar niat nelayan yang ada di sekitar kawasan pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Kami apresiasi kehadiran Pak Menteri langsung ke sini buat mendengar aspirasi dari nelayan. Niat dari kami tentu soal permodalan yang butuh bantuan, termasuk alat tangkap, dan kapal baru untuk melaut, ” kata Jauhari.

Hal senada diungkapkan Danan (41), perwakilan dari kelompok daya bersama Rebon Mas nelayan Patimban. Menurutnya, permasalahan utama nelayan di sekitar kawasan Patimban saat itu adalah kurangnya modal untuk memulai kembali melaut ke wilayah yang lebih jauh.

Baca juga: Presiden: Menghormati dampak Pelabuhan Patimban bagi nelayan

Terlebih lagi nelayan Patimban kebanyakan sudah terbiasa dengan sistem melaut pada pinggir dan tidak terlalu jauh ke lepas pantai. Selain permodalan dan alat baru, diperlukan selalu pelatihan serta pembiasaan untuk para-para nelayan terdampak.

“Saya sangat berterima kasih atas eksistensi Pak Menteri Perhubungan. Dibentuknya daya bersama baru, tentu bisa menghadirkan kembali semangat nelayan Patimban makin akan ada pelatihan baru. Kami juga berharap bantuan bisa turun secara langsung dan tidak setengah-setengah, ” kata Danan.

Pembangunan tahap satu Pelabuhan Patimban, rencananya akan selesai akhir November 2020 nanti. Pelabuhan ini kendati akan mulai beroperasi di pembukaan Desember dengan kegiatan utama mengungkung pengangkutan logistik dan otomotif.

Pengembangan kawasan Patimban selalu diharapkan bisa mendorong roda perekonomian baru di daerah Rebana (Cirebon, Subang, Majalengka) yang saat ini sudah ditopang infrastruktur pendukung semacam Bandara Kertajati dan akses ulama tol.

Baca juga: Presiden instruksikan pendirian Pelabuhan Patimban dipercepat

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020