News
Mendagri sarankan belajar tatap muka cocok rekomendasi Gugus Tugas

Mendagri sarankan belajar tatap muka cocok rekomendasi Gugus Tugas

Mereka yang tahu persis juga masalahnya, tidak semua daerah yang dipandang warna kuning (zona) atau muda, betul-betul menggambarkan situasi yang berlaku, karena bisa saja di kawasan, testing nya sangat kuat. Jadi penentuan zona warna ditentukan dar

Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyarankan pembelajaran tatap depan di sekolah disesuaikan dengan rekomendasi Gugus Tugas.

Namun, diskresi tetap diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan daerah masing-masing.

“Mengenai masalah penentuan zona dengan diperbolehkan adanya Pertemuan Tatap Depan (PTM), saran kami agar Himpunan Tugas pusat memberikan rekomendasi secara umum, tapi secara spesifik Gugus Tugas masing-masing (daerah) yang menyampaikan rekomendasi, namun diskresinya tetap kepada dinas (pendidikan) daerah masing-masing, ” ujar Mendagri dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin suangi.

Mengaji juga: Mendikbud: KBM tatap muka pembelajaran paling efektif

Hal itu disampaikan Tito dalam Rapat Persiapan Pemberitahuan Surat Keputusan Bersama Enam Kementerian/ Lembaga mengenai pembelajaran tatap depan yang berlangsung secara virtual, Senin.

Penentuan tersebut didasarkan pada argumen bahwa Gugus Tugas/ Dinas Pendidikan masing-masing daerah lebih mengetahui kondisi wilayahnya masing-masing.

“Mereka yang tahu benar juga masalahnya, tidak semua daerah yang dilihat warna kuning (zona) atau hijau, betul-betul menggambarkan status yang terjadi, karena bisa selalu di daerah, testing nya sangat berpengaruh. Sehingga penentuan zona warna ditentukan dari kacamata nasional, ” ucapnya menjelaskan.

Baca juga: Gunung Kidul izinkan belajar dengan tatap muka seminggu sekali

Dengan demikian, Gugus Tugas maupun dinas pendidikan masing-masing memiliki peranan strategis untuk menentukan kebijakan pertemuan tatap muka di sekolah.

“Oleh karena itu konglomerasi tugas daerah dan dinas tersebut menjadi penting, menjadi kunci buat penentuan apakah di tempat tersebut boleh dilakukan pertemuan tatap muka atau tidak, ” tuturnya.

Baca pula: 50 persen pelajar hadir di hari pertama uji coba bersekolah tatap muka

Baca juga: Belajar tatap muka masa pandemik, Ketua MPR ingatkan keselamatan siswa

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020