News
Menaker harap bantuan subsidi upah mampu dimulai Agustus

Menaker harap bantuan subsidi upah mampu dimulai Agustus

Jakarta (ANTARA) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan dalam waktu dekat akan merampungkan Peraturan Menaker (Permenaker) terkait bantuan subsidi upah untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta agar program tersebut mampu dijalankan pada Agustus 2020.

“Kami usahakan hari ini jadi, pengajuan usulan DIPA sudah datang ke Bu Menteri (Keuangan). Keadaan ini akan dilengkapi dengan Permenaker, mudah-mudahan Agustus ini kita bisa mulai, subsidi upah sudah bisa diberikan, ” kata Menaker Ida ketika ditemui usai dialog secara pelaku sektor pariwisata di Jakarta pada Selasa.

Penyelesaian Permenaker itu, kata Ida, bakal langsung melalui proses harmonisasi dalam Kementerian Hukum dan HAM. Percepatan proses dibutuhkan agar subsidi pada 15 juta pekerja untuk membakar roda ekonomi itu dapat segera direalisasikan.

Baca juga: Sejumlah 51. 200 pekerja di NTB penuhi syarat terima subsidi upah

Baca juga: Data awal BPJAMSOSTEK jadi dasar penyambut program Bantuan Subsidi Upah

Menurut Ida, proses penerbitan Permenaker itu dibarengi dengan penyatuan data rekening para calon penyambut bantuan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Dengan sampai dengan keadaan ini (11/8) sudah terkumpul bukti nomor rekening 3, 5 juta pekerja.

“Yang memutar dibutuhkan sekarang adalah pendataan bagian rekening karena (pemberian bantuan) mau diberikan langsung kepada penerima, siap tidak melalui siapa-siapa, tidak menggunakan perusahaan. Itu yang sedang dikerjakan teman-teman BPJS Ketenagakerjaan, ” ucap  Ida.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan akan memberikan subsidi Rp600. 000 per bulan selama empat bulan kepada 15. 725. 232 orang pekerja, dari yang semula hanya 13. 870. 496 karakter. Untuk program bantuan gaji tersebut pemerintah menganggarkan Rp37, 7 triliun, naik dari rencana semula sejumlah Rp33, 1 triliun.

Program bantuan itu akan berdasarkan data yang divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan salah satu syarat penerimanya adalah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek  paling lambat 30 Juni 2020. *

Baca juga: Menaker: Gunakan subsidi upah untuk belanja buatan dalam negeri

Baca juga: BPJS TK: Masih ada perusahaan belum laporkan upah pekerja

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020