News
Menag: Jadikan Nyepi sebagai momentum memuliakan alam

Menag: Jadikan Nyepi sebagai momentum memuliakan alam

semoga menjadi lentera di dalam menatap masa depan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh umat Hindu di Tanah Air untuk menjadikan Hari Kudus Nyepi 2021 sebagai paksa untuk memuliakan alam.

“Mari berikan jeda sejenak kepada alam agar balik menata keseimbangan. Kita muliakan alam maka alam hendak memuliakan harkat dan nilai kemanusiaan, ” ujar Yaqut di Jakarta, Sabtu.

Menag berharap umat Hindu dapat menggali keterangan terdalam yang diyakini sebab peringatan Hari Suci Nyepi selama menjalani Catur Brata Penyepian; Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan.

Amati Geni berarti bilamana Nyepi seluruh umat Hindu tidak boleh menyalakan sinar atau lampu. Simbol api dikaitkan dengan yang tersedia pada dalam diri, seperti kemarahan, iri hati serta pikiran yang tidak jalan.

Baca juga: Sebanyak 201 napi di LP Kerobokan Bali terima remisi Hari Raya Nyepi
Menyuarakan juga: Akses ke Bukit Bromo ditutup selama Hari Raya Nyepi

Amati Susunan berarti umat Hindu tidak boleh melakukan aktivitas apapun di luar rumah tercatat bekerja. Amati Karya jadi etika Nyepi yang bermaknakan sebagai evaluasi diri pada kaitan dengan karya (kerja) merenung hasil kerja pada setahun dan sebelumnya, sudahkah bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Amati Lelungan berarti umat Hindu tak boleh melakukan perjalanan atau keluar rumah. Amati Lelungaan bermakna bahwa manusia harus mengevaluasi hubungan baik dengan Tuhan, alam, maupun secara manusia.

Sementara Amati Lelanguan artinya tidak boleh bersenang-senang saat perayaan Hari Raya Nyepi. Hal itu bertujuan untuk mengabulkan pemusatan pikiran terhadap Ida Sanghyang Widhi.

“Temukan indahnya cahaya teduh sang diri dalam suram dan hening menjalani Catur Brata penyepian, semoga menjadi lentera dalam menatap era depan bangsa dan negeri, ” kata dia.

Ia juga mengajak umat Hindu untuk berharap agar pandemi COVID-19 cepat berakhir. “Semoga pandemi COVID-19 segera berlalu dalam keseimbangan menuju Indonesia maju, ” kata dia.

Baca pula: Ari Dwipayana: Nyepi dalam era pandemi jadi momentum bangkit
Baca selalu: 1. 115 narapidana Hindu terima remisi khusus

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021