News
Makna tak wajar, tiga lepau pecel lele di Malioboro ditutup sementara

Makna tak wajar, tiga lepau pecel lele di Malioboro ditutup sementara

Ketiga warung pecel lele tersebut terindikasi melakukan pengerjaan penjualan dengan cara yang serupa seperti yang dimaksud sebab wisatawan

Yogyakarta (ANTARA) – Imbas viralnya gambar keluhan wisatawan terkait makna pecel lele di awasan Malioboro yang dinilai tidak wajar, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memutuskan untuk mengunci sementara tiga warung pecel lele di Jalan Peserta, Malioboro yang terindikasi menyampaikan harga tidak wajar.

“Ketiga warung pecel lele tersebut terindikasi melakukan pengamalan penjualan dengan cara yang sama seperti yang dimaksud oleh wisatawan, termasuk harga yang dimaksud, ” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi usai meninjau kawasan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu.

Selain menutup sementara ketiga warung pecel lele tersebut, pemerintah daerah serupa akan memanggil pemilik ketiga warung tersebut untuk dimintai klarifikasi dan keterangan dalam Senin (31/5).

Baca juga: Pedagang di Malioboro dengan “nuthuk” harga dilarang berniaga

Menurut dia, tindakan lebih lanjut yang akan dikasih kepada ketiga warung pecel lele tersebut akan diputuskan usai mendengar dan menyelenggarakan kajian atas klarifikasi sejak pemilik warung pecel lele.

Sanksi terberat yang bisa diberikan kepada pemilik warung pecel lele adalah mencabut izin berjualan. Sanksi tersebut sudah pantas dengan kesepakatan awal yang menjadi komitmen bersama secara pedagang di kawasan istimewa wisata di Kota Yogyakarta tersebut.

Sebelumnya Heroe berharap agar peristiwa tersebut dijadikan sebagai pembelajaran berharga bagi seluruh komunitas di kawasan Malioboro untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

“Salah satunya adalah bagaimana melayani serta berkomunikasi dengan wisatawan, ” katanya.

Baca juga: Viral pecel lele mahal, PKL Malioboro diminta tidak jebak konsumen

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021