News
Mahfud MD dorong sistem perekrutan politik diperbaiki cegah korupsi

Mahfud MD dorong sistem perekrutan politik diperbaiki cegah korupsi

Perombakan itu tiga sampai empat tahun rekrutmen politiknya baik, tapi menyelap tahun kelima dan seterusnya telah sangat transaksional

Yogyakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendorong sistem perekrutan politik diperbaiki untuk memutus tanda rantai perilaku kolusi dan manipulasi di Tanah Air.

“Reformasi itu tiga sampai empat tarikh rekrutmen politiknya baik, tapi menyelap tahun kelima dan seterusnya sudah sangat transaksional, ” kata Mahfud dalam diskusi webinar berjudul “Kembali Pancasila Jati Diri Bangsa” yang dipantau di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Mahfud, korupsi adalah perilaku yang bertentangan dengan jati diri bangsa dan ideologi Pancasila.

Baca juga: Menkopolhukam: Pemerintah sudah baca pemetaan kerawanan karhutla

Perilaku buruk itu, menurutnya, telah menggejala sejak kala reformasi hingga saat ini.

“Banyak orang itu jika di pemerintahan jadi korupsi politik, di mana demokrasi jadi alat korupsi. Korupsi dibicarakan secara demokratis sehingga dianggap sesuatu yang adil, ” kata Mahfud.

Menurut dia, politik dan hukum memiliki pertautan yang erat karena hukum adalah produk politik. Bila rekrutmen politiknya baik maka hukumnya juga akan baik.

“Jika rekrutmen politiknya transaksional oleh karena itu hukum akan ditegakkan dengan cara kolutif, ” kata dia.

Ia berharap korupsi tanpa sampai dianggap sebagai budaya. Keduanya tidak bisa dipertemukan karena korupsi adalah kejahatan, sementara budaya adalah hasil cipta, rasa, dan kehendak manusia dan biasanya merupakan objek yang positif.

“Apalagi selama ini kita mengklaim bahwa budaya Indonesia adalah budaya yang adiluhung, ” kata dia.

Baca serupa: Menkopolhukam: Pemerintah sudah baca pemetaan kerawanan karhutla
Baca serupa: Kemarin, Presiden cek enam kabupaten hingga peringatan HUT Bhayangkara

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020