News
MA sebut tingkat kepercayaan publik di lembaga peradilan tinggi

MA sebut tingkat kepercayaan publik di lembaga peradilan tinggi

Tingkat kepercayaan publik kepada lembaga peradilan cukup tinggi

Jakarta (ANTARA) – Mahkamah Agung (MA) mengecap tingkat kepercayaan publik kepada lembaga peradilan cukup tinggi dilihat daripada tingkat penerimaan terhadap putusan mahkamah dan upaya hukum yang diajukan.

Ketua MA, Muhammad Syarifuddin dalam Sidang Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung RI Tahun 2020 yang disiarkan secara daring, pada Jakarta, Rabu, mengatakan upaya lembaga banding selama 2020 tercatat sebanyak 21. 895 perkara atau 3, 46 persen dari seluruh perkara yang diputus pengadilan tingkat pertama.

Jumlah itu di luar perkara yang disidangkan dengan acara pemeriksaan cepat, perkara pelanggaran lalu lintas, dan perkara perdata.

“Hal tersebut membuktikan bahwa tingkat penerimaan atau kebahagiaan para pihak terhadap putusan meja hijau tingkat pertama adalah sebesar 96, 54 persen, ” ujar Muhammad Syarifuddin.

Selanjutnya untuk tingkat banding, perkara yang diajukan kasasi sebanyak 13. 106 ataupun sebesar 52, 72 persen lantaran seluruh perkara yang diputus oleh pengadilan tingkat banding. Hal tersebut disebutnya menunjukkan tingkat penerimaan para pihak atas putusan pengadilan tingkat banding sebesar 47, 28 obat jerih.

Pada tingkat kasasi, putusan yang diajukan peninjauan kembali sebanyak 1. 390 perkara ataupun hanya 10, 59 persen lantaran keseluruhan putusan kasasi. Hal tersebut menunjukkan tingkat penerimaan terhadap vonis kasasi sebesar 89, 41 upah.

Untuk perkara dengan diputus pengadilan tingkat pertama semasa 2020 adalah sebanyak 3. 772. 035 perkara, dan pengadilan level banding serta Pengadilan Pajak sebanyak 32. 077 perkara.

Sedangkan secara keseluruhan pada 2020, Mahkamah Agung memutus sebanyak 20. 562 perkara dari total muatan perkara sejumlah 20. 761 perkara.
Baca serupa: Presiden dukung MA kembalikan keyakinan masyarakat terhadap peradilan
Mengucapkan juga: MA mesti segera rapat pleno untuk atasi krisis keyakinan

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021