News
Luhut minta penyaluran bansos PPKM dipercepat

Luhut minta penyaluran bansos PPKM dipercepat

Kalau kita bisa menyalurkan (bansos) dengan cepat, maka asosiasi mau untuk tinggal dalam rumah

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Tempat Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta biar penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat dalam kerangka kebijakan PPKM dipercepat.

Hal itu disampaikan Luhut kepada para menteri & gubernur Jawa-Bali dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan secara virtual, Kamis.

“Jika kita bisa menyalurkan (bansos) dengan cepat, maka masyarakat mau untuk tinggal di rumah. Selain tersebut penyaluran perlu dipercepat terutama di daerah-daerah aglomerasi, karena mereka yang terkena pengaruh paling besar dari PPKM, ” katanya dalam data tertulis di Jakarta, Kamis.

Luhut menekankan efektivitas PPKM yang diperpanjang hingga 25 Juli 2021 bergantung pada penyaluran tumpuan sosial (bansos) kepada klub.

Luhut pula menekankan bahwa bansos selalu penting bagi masyarakat yang positif dan tengah dikarantina.

“Oleh sebab itu sangat penting namanya bansos ini karena nanti yang mungkin positif & masuk karantina itu, bagaimanapun harus kita bantu dengan bansos ini jangan datang kepala keluarga ini dipisahkan dari keluarganya dan tidak menerima bantuan dan hamba kira penting mendapat menjawab kita, ” beber Luhut.

Saat itu pemerintah melibatkan PT Pos Indonesia dan jaringan Set Bank Milik Negara (Himbara) untuk penyaluran bantuan sosial tunai dan bantuan padi dari Bulog.

Baik PT Pos Indonesia dan jaringan bank Himbara menyampaikan bahwa saat itu penyaluran bansos kepada masyarakat sudah dimulai. Namun, mereka menyampaikan penyaluran bantuan baik tunai (BST) dan sembako kepada para keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah-wilayah membutuhkan waktu dan kudu dibantu oleh pemerintah wilayah dalam konteks untuk penyaluran dan proses verifikasi.

“Mohon kepada Jawatan Sosial dan Pemerintah Wilayah untuk memanfaatkan kesempatan ini agar tidak terjadi akal data penerima bansos. Hamba pikir penyiapan data, pengecekan data, verifikasi data tersebut betul-betul supaya jangan sampai ada data fiktif yg menerima bantuan, ” pinta Luhut merespons masalah pembagian bansos.

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu serupa meminta agar PT Pangkalan Indonesia bekerja sama secara pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan agar tidak terjadi klaster penyebaran baru zaman masyarakat mengambil bansos tersebut.

Direktur Pati Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyampaikan mulai Kamis ini, pihaknya telah memperoleh bantuan pengangkut dari PT Pos Indonesia dan DNR (Dos Ni Roha). Bulog juga akan menyalurkan 55 ribu paket sembako yang disiapkan secara bertahap buat seluruh Indonesia. Sementara penyaluran bantuan beras diantarkan tepat ke alamat penerima bantuan.

“Kita sudah siap untuk menyalurkan dan harapan kami kerja serupa dengan Kemensos melalui dinas sosial di seluruh wilayah dan mohon bantuannya para kepala daerah untuk aktifkan dinas sosialnya sehingga tak ada hambatan, ” tuturnya.

Buwas meminta sebelum tanggal 30 Juli mendatang, semua paket bantuan sudah sampai tujuan & langsung diterima sesuai tanda dan alamat.

“Dilaporkan oleh PT Pangkalan bahwa sekarang kita kirim langsung kepada tujuan, ” kata Buwas.

Staf Khusus Menteri Sosial Don Rosano yang hadir dalam rakor menyebutkan pihaknya telah memberikan data 10 juta penerima Bantuan Baik Tunai kepada PT Pos Indonesia.

“Nanti PT Pos tinggal mengirimkan kepada penerima setelah menerima tambahan anggaran termin kedua dari Kemenkeu, ” nyata Don Rosano.

Sementara itu, bantuan PKH sebesar 18, 8 juta data penerima beras sudah siap untuk dikirimkan. Bahan dari 5, 9 juta penerima bantuan PPKM juga siap dikirimkan ke Himbara.

Baca juga: Kapolri salurkan bansos ke wilayah tepian Jakarta
Baca pula: 64 persen penduduk Jawa Barat mendapat bantuan sosial selama PPKM
Membaca juga: Sri Mulyani perbolehkan Rp10 triliun kepada 8, 8 juta pekerja terdampak PPKM

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021