News
LPS: KSSK berjalan efektif, tidak ada bank gagal semasa 2020

LPS: KSSK berjalan efektif, tidak ada bank gagal semasa 2020

Jakarta (ANTARA) – Kepala Manajer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Lana Soelistianingsih menyatakan kerja sama antara otoritas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) berjalan efektif semasa 2020, sehingga bisa menyekat timbulnya bank gagal dalam tengah tekanan ekonomi yang disebabkan pandemi COVID-19.

Lana dalam keterangan tertulis  di Jakarta, Jumat, membaca bahwa lazimnya di sedang krisis ekonomi, terjadi perkara keuangan pada korporasi maupun inidividu, sehingga akan membuat penarikan dana secara besar-besaran dari perbankan dan mampu berdampak sistemik ke pabrik lainnya.

“Sehingga sistem stabilitas keuangan pula akan terganggu. Namun, apa yang terjadi? di tarikh 2020, tidak ada bank umum yang gagal serta ditangani oleh LPS. Artinya sinergi kebijakan antar KSSK yang sangat efektif” ujarnya,

Menurut Lana, upaya mitigasi dampak genting keuangan dilakukan dengan elok melalui kebijakan yang sinergis antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan juga LPS.

Mengucapkan juga: LPS sebut kecil peluang bank gagal berpengaruh sistemik imbas pandemi
 

“Jika dibayangkan jadi kegiatan rangkaian KSSK, BI dan Kemenkeu diibaratkan sebagai front office karena dalam situ ada sinergi jarang fiskal dan moneter, lalu middle office ada OJK, dan LPS ada dalam back office , ” ujarnya.

KSSK terus memeriksa dinamika perekonomian dan pasar keuangan dari dampak-dampak pandemi COVID-19. Alhasil, menurut Lana, stabilitas perekonomian terjaga, & dana masyarakat tetap terjamin dan stabil di perbankan.

LPS  jadi bagian KSSK bersama Kemenkeu, BI, dan OJK, lanjutnya, telah melaksanakan mandat buat mencegah terjadinya kegagalan bank umum dan juga dampaknya yang bisa menimbulkan efek berganda kepada bank asing. Selain itu, KSSK pula berperan untuk terus membentengi kepercayaan nasabah di pusat masa sulit pandemi COVID-19.

Baca juga: LPS tangani tujuh BPR gagal terdampak COVID-19
 

Dia juga menilai program Perbaikan Ekonomi Nasional (PEN) sudah berjalan konsisten dan terukur untuk memastikan roda perekonomian tetap bergerak. Meskipun, dia mengakui, dampak PEN tidak dapat dinilai dalam masa singkat. Dia juga menghargai kalangan perbankan tidak perlu ragu untuk memberikan pinjaman kepada debitur.

“Artinya dengan program PEN melalui PP Nomor 43 Tahun 2020, pemerintah sudah menggelontorkan dana yang dikasih kepada bank mitra dan bank mitra selanjutnya bisa memberikan pinjaman kepada debitur. Sesuai PP tersebut, LPS menjamin seluruh penempatan simpanan oleh pemerintah kepada bank umum mitra, sehingga semestinya bank tidak perlu ragu lagi untuk memberikan pinjaman kepada debitur. Pemberian nama adalah salah satu pokok bagi pemulihan ekonomi ke depan, ” ujarnya.

Baca juga: LPS: Likuiditas perbankan cukup tapi pertumbuhan nilai perlu didorong

Baca serupa: LPS sebut Rp128 triliun jadi bantalan tangani bank bermasalah

Menangkap juga: Sri Mulyani membuka KSSK cermati potensi risiko dari perekonomian global

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021