News
Legislator: Kita dukung tekad Garuda kembalikan 12 pesawat Bombardier

Legislator: Kita dukung tekad Garuda kembalikan 12 pesawat Bombardier

Kita tidak paham, kenapa Direksi Garuda pada masa itu memilih pesawat ini. Salah pilih yang membuat Garuda menanggung perih

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VI DPR RI Mahfudz Abdurrahman membantu langkah yang dilakukan maskapai Garuda Indonesia untuk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen dan berharap agar manajemen maskapai tersebut bisa mengelola dengan lebih baik ke depannya.

“Kita dukung sempurna tekad Garuda untuk mengembalikan 12 pesawat tersebut, buat apa dipertahankan. Jadi beban yang berat buat kita, ” kata Mahfudz Abdurrahman dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Menurut Mahfudz, Garuda Indonesia sebagai maskapai milik negeri harus dibenahi dan ditertibkan, biar bisa meraih untung dan mandiri, tidak sebaliknya menjadi beban negeri.

Mengucapkan juga: Garuda Indonesia: Pesawat Bombardier CRJ -1000 ciptakan kerugian

Pembenahan itu, ujar dia, termasuk membenahi kontrak-kontrak pembelian dan penyewaan pesawat dengan disinyalir bermasalah dan ujungnya melaksanakan maskapai penerbangan tersebut merugi. “Ini harus dijadikan momentum untuk menertibkan semua hal yang belum jalan di Garuda, ” tegasnya.

Mahfudz menambahkan Garuda Nusantara menanggung kerugian yang besar selama mengoperasikan pesawat tersebut, karena semenjak 2012 Garuda menanggung rugi sebesar 30 juta dolar AS atau setara Rp419 miliar per tarikh.

Ia berpendapat semenjak awal pemilihan pesawat tersebut dinilai tidak tepat karena karakteristik udara tersebut tidak cocok di Nusantara.

Mengucapkan juga: Menteri Erick dorong Garuda maksimalkan bisnis kargo udara

“Landasan bandara kita pendek, belum lagi kapasitas bagasi pesawat tersebut kecil dan biaya perawatan yang mahal. Kita tidak paham, kenapa Direksi Garuda pada masa itu memilih pesawat ini. Salah pilih yang membuat Garuda menanggung perih, ” ucapnya..

Terkait dengan ancaman gugatan dari Nordic Aviation Capital kepada Garuda, secara tegas Mahfudz Abdurrahman menyampaikan agar pihak maskapai penerbangan nasional itu jangan kecil.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan untuk mengakhiri kontrak sewa dan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada Nordic Aviation Capital (NAC) yang akan jatuh tempo pada 2027.

Baca juga: Menteri Erick: Garuda putuskan kembalikan pesawat Bombardier CRJ 1000

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021