News
KPK tahan staf khusus dan sespri Edhy Prabowo

KPK tahan staf khusus dan sespri Edhy Prabowo

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, menahan staf khusus serta sespri Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Staf Istimewa Menteri Kelautan dan Perikanan sekali lalu Ketua Pelaksana Tim Uji Sempurna (Due Diligence) yang juga mantan Caleg PDIP dalam Pemilu 2019 Andreau Pribadi Misata (APM) serta Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan serta Perikanan Amiril Mukminin (AM) ditahan setelah keduanya menyerahkan diri ke KPK pada Kamis siang.

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka APM dan AM selama 20 hari terkira sejak 26 November 2020 datang dengan 15 Desember 2020 dalam Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih, ” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Mengaji juga: Dua tersangka dalam urusan Edhy Prabowo serahkan diri ke KPK

Sebagai protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19, kata Karyoto, maka perut tahanan tersebut akan terlebih zaman dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK pada Gedung ACLC KPK dalam Kavling C1 (Gedung KPK lama).

Kasus tersebut bermula dari tangkap tangan pada Rabu (25/11). Sebelumnya, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini di mana lima orang tersangka saat ini telah dilakukan penahanan di tingkat pemeriksaan.

Mereka yang telah ditahan, yaitu Menteri Kelautan serta Perikanan Edhy Prabowo (EP) bersama-sama empat tersangka lainnya, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Awak Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), pengurus PT Aero Cermin Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Eksekutif PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).

Baca juga: PDIP: Andreau tak aktif lagi di partai usai jadi caleg

Kelimanya juga ditahan di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama sejak 25 November 2020 sampai 14 Desember 2020.

Adapun tersangka Andreau dan Amiril disangkakan Kausa 12 ayat (1) huruf suasana atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP..

Baca juga: KPK menjemput dua tersangka dalam kasus Edhy Prabowo serahkan diri

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020