News
Kominfo siap “takedown” video porno mendekati Gisel

Kominfo siap “takedown” video porno mendekati Gisel

Kominfo sudah & terus menelusuri video yang dimaksud di berbagai platform medsos

Jakarta (ANTARA) – Staf Istimewa Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi mengatakan bahwa Kominfo siap melakukan takedown atau mencopot konten video berisi adegan porno seorang pria dengan wanita yang diduga mirip selebritas Gisella Anastasia dengan beredar di paltform media baik.

“Kominfo sudah dan terus menelusuri video yang dimaksud dalam berbagai platform medsos. Paralel kami berkoordinasi dengan platform medsos terkait untuk melakukan takedown . Beberapa di antaranya telah dilakukan take down , ” ujar Dedy pada Antara, Sabtu.

Dunia maya dihebohkan dengan beredarnya gambar cabul yang menampilkan sosok laki-laki dan perempuan sedang bercumbu. Video ini menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Gisel tanggapi video syur mirip dirinya

Banyak warganet dengan menyebut sosok wanita di gambar itu adalah Gisella Anastasia, makin tagar Gisel pun sempat menjadi trending topic di Twitter. Tak kecil pula warganet yang menyebarluaskan tahanan layar dan video tersebut.

Terkait hal ini, Dedy mengatakan bahwa orang yang menyebarluaskan konten tersebut akan terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ayat satu Pasal 27 UU ITE Bagian 19 Tahun 2016 berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan minus hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mempunyai muatan yang melanggar kesusilaan”.

Kemudian Pasal 45 Undang-undang ITE menyatakan bahwa, “Setiap Karakter yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan kejahatan penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1. 000. 000. 000, 00 (satu miliar rupiah). ”

“Dengan merujuk pada UU ITE, maka orang dengan mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau mendirikan dapat diaksesnya konten tersebut, sanggup turut terjerat. Demikian halnya bila kita merujuk UU Pornografi, ” kata Dedy.

Baca juga: Gisel serta Tyas Mirasih diperiksa sebagai saksi di Polda Jatim

Mengucapkan juga: Kominfo: Aduan konten minus didominasi pornografi

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020