News
Kasus COVID-19 500-an, Anies pantau prospek kebijakan rem darurat

Kasus COVID-19 500-an, Anies pantau prospek kebijakan rem darurat

Kami terus pantau hari-hari ke aliran bagaimana kondisinya di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tetap melakukan pemantauan apakah pihaknya hendak melakukan kebijakan penghentian darurat (emergency break) lagi atau tidak, menyusul masih tingginya penambahan kasus membangun COVID-19 di Ibu Kota dalam atas 500-an dalam dua minggu terakhir.

“Kami terus mengamati hari-hari ke depan bagaimana kondisinya di Jakarta ini, ” prawacana Anies di Balai Kota Jakarta, Senin.

Kebijakan rem darurat itu, sebelumnya ditempuh  Jakarta dalam peniadaan kembali kegiatan Hari Bebas Kendaraan (Car Free Day/CFD) dan kawasan khusus pesepeda dalam 32 titik di seluruh Jakarta, dengan pertimbangan kasus COVID-19 dengan tidak terus mereda.

Di Jakarta, kata Anies, pihaknya melakukan tiga hal serius yakni pengujian (testing), penelusuran (tracing) dan perawatan (treatment) secara serius.

Baca selalu: Anies minta perjuangan lawan COVID-19 jadi lahan ibadah
Mengucapkan juga: Ahad, positif COVID-19 Jakarta bertambah 518 kasus

Dalam pengujian, Anies mengaku pihaknya telah melakukan uji usap (PCR) empat kali ganda di atas standar minimal Pola Kesehatan Dunia (WHO) demi menjumpai orang yang telah terpapar biar bisa diisolasi.

“Jadi bukan hanya angka yang perlu jadi perhatian, tapi ikhtiar mengaduk-aduk angka itu yang harus dilihat. Karena apabila di luar banyak orang yang terpapar tapi hanya kecil yang dites maka wabah hendak terus melebar, justru kita harus lebih agresif, ” kata Anies.

Dengan jumlah ulangan yang banyak dan di tempat standar WHO, kata Anies, mau diketahui tingkat rata-rata kasus membangun (positivity rate) di Jakarta dengan akurat dan dapat dipercaya.

Sejak awal wabah, tinggi Anies, di Jakarta angka “positivity rate” tersebut adalah 5, 9 persen dari jumlah orang dengan dites.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Jakarta tembus 29 seperseribu pada Sabtu
Baca selalu: CFD dan 17-an di Jakarta ditiadakan

Namun, dalam hitungan selama 3 pekan, Anies mengakui Jakarta menjalani lonjakan tajam yang bergerak sejak 4, 5 persen hingga menyentuh 8, 9 persen.

“Kondisi dikatakan aman apabila dalam bawah lima persen, lima komisi hingga 10 persen membahayakan dan sangat bahaya jika di atas 10 persen, ” ucapnya.

Meski dikatakannya Jakarta berkecukupan di bawah nasional untuk “positivity  rate” yang sepekan terakhir mencapai 15, 9 persen dan sejak awal pandemi sebesar 13, satu persen, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta masyarakat langgeng disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Saya imbau asosiasi gunakan masker kapan saja yang mana saja, lalu bila memiliki keluhan kesehatan lapor ke kami, agar segera dites. Kemudian cuci lengah rutin, patuhi jaga jarak, ini bagi masyarakat. Bagi kami, kami terus melakukan tes, ” kata Anies.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020