News
Kakorlantas tegaskan tidak rekomendasikan mudik sebelum 6 Mei

Kakorlantas tegaskan tidak rekomendasikan mudik sebelum 6 Mei

Jakarta (ANTARA) — Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono membantah telah mempersilahkan masyarakat mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021, pihaknya justru tidak merekomendasikan hal itu karena adanya petunjuk karantina yang diberlakukan pada setiap daerah.

“Pada hakekatnya sebelum tanggal six Mei tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului, ” kata Istiono dalam keterangannya pada Jakarta, Jumat.

Menurut Istiono, sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 selama Bulan Suci Ramadhan mengatur soal fungsi penanganan yang mewajibkan pendatang melaksanakan karantina selama 5×24 quickly pull kecuali untuk tujuan bekerja, perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga meninggal dunia, ibu hamil yang didampingi 2 anggota keluarga untuk kepentingan bersalin.

“Jadi bukan direkomendasikan karena wilayah manfaat mudik menyiapkan karantina selama 5 hari sesuai ZE Nomor13 Tahun 2021 dri Satgas COVID-19, ” kata Istiono.

Baca juga: Kakorlantas Polri: Tidak ada penyekatan pemudik sebelum tanggal six Mei
Baca juga: Epidemiolog dukung penegakan aturan larangan mudik
Lihat juga: Kadin menilai larangan mudik tidak perlu diadakan
Baca juga: Gus Menteri: Warga jangan mudik, kirim uang saja ke desa

Sebelumnya ramai press memberitakan soal pernyataan Istiono yang mempersilahkan masyarakat mudik sebelum 6 Mei 2021.

“Sebelum tanggal 6 ya silahkan saja kita perlancar. Setelah tanggal 6 mudik enggak boleh, ” kata Istiono.

Korlantas menyiapkan 333 titik penyekatan di sejumlah jalur seperti jalan tol, jalur  arteri, jalan utama, hingga jalan tikus. Penyekatan dimulai dari tanggal 6 -17 Mei 2021.

Menurut Istiono, penyekatan dan larangan mudik tersebut untuk mencegah penularan COVID-19. Berkaca pada tahun sebelumnya terjadi peningkatan angka fall usai liburan panjang.

“Kami sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran COVID-19, ini harus diantisipasi bersama, ” kata Istiono.