News
Juliari Batubara segera undurkan diri sebagai menteri sosial

Juliari Batubara segera undurkan diri sebagai menteri sosial

… ya nanti saya buat surat pengunduran muncul…

Jakarta (ANTARA) – Juliari Peter Batubara (JPB) segera berhenti sebagai menteri sosial di kabinet setelah ditetapkan dan ditahan terpaut kasus korupsi berupa penerimaan segalanya oleh penyelenggara negara atau dengan mewakilinya di Kementerian Sosial terpaut bantuan sosial untuk wilayah Jabodetabek 2020.

“Ya, ya belakang saya buat surat pengunduran muncul, ” ucap dia, di Gedung KPK, Jakarta, Minggu, sebelum mengikuti mobil tahanan KPK.

Batubara yang mengenakan rompi jingga tahanan KPK itu mengatakan akan mengikuti proses hukum yang medium dihadapinya saat ini. “Saya menyimak dulu prosesnya ya. Mohon doanya teman-teman, ” kata dia.

KPK telah menahan dia bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial,   Tinggi Wahyono (AW), selama 20 hari pertama sejak 6 Desember 2020 sampai 25 Desember 2020.

Baca selalu: Menangguk untung dari bansos COVID-19

Batubara ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK di Markas Komando Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya, di kawasan Guntur, Jakarta. Sementara simpulan Wahyono ditahan di Rumah Tahanan Polres Jakarta Pusat.

Batubara ditetapkan sebagai tersangka penyambut suap bersama dua PPK  di Kementerian Sosial,   Matheus Joko Santoso (MJS) dan  Wahyono. Namun pemberi suap, yakni dua karakter dari pihak swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).

Untuk 3 tersangka lain  telah ditahan terlebih dahulu terhitung sejak 5 Desember 2020 sampai 24 Desember 2020.

Menyuarakan juga: KPK menahan Mensos Juliari Batubara

Santoso ditahan Rumah Tahanan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Ardian di Markas Komando Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya, dan Harry di Vila Tahanan Cabang KPK di Gedung ACLC.

KPK menduga Batubara menerima suap senilai Rp17 miliar dari komisi pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

“Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee   Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan dengan tunai oleh MJS kepada JPB   melalui AW dengan kadar sekitar Rp8, 2 miliar, ” kata Ketua KPK,   Firli Bahuri,   saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu dini hari.

Baca juga: Kementerian Baik buka akses seluas-luasnya bagi KPK

Mas uang itu selanjutnya dikelola Eko dan Shelvy N selaku karakter kepercayaan Batubara untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi dia.

“Untuk periode kedua pengoperasian paket bantuan sosial sembako, terkumpul uang fee   dari Oktober 2020 sampai Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8, 8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB, ” kata Bahuri.

Sehingga total suap yang diduga diterima Batubara adalah senilai Rp17 miliar.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020