News
Gajah Trenggono: Pastikan ekosistem dan pesisir Teluk Tomini sehat

Gajah Trenggono: Pastikan ekosistem dan pesisir Teluk Tomini sehat

Kita kudu memastikan bahwa ekosistem laut dan pesisir di Teluk Tomini ini sehat, produktif, dan dapat memberikan kadar ekonomi untuk kesejahteraan umum

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tahu bahwa pemanfaatan Teluk Tomini yang merupakan teluk terbesar di Indonesia dan berbatasan dengan empat provinsi, harus dipastikan selaras dengan prinsip-prinsip berkelanjutan.

“Memegang teguh prinsip keberlanjutan perlu supaya kegiatan ekonomi di dalamnya bertahan dalam kurun waktu panjang, ” kata Gajah Trenggono dalam Regional Meeting Teluk Tomoni yang digelar secara daring, Sabtu.

Dengan demikian, ujar dia, maka pemanfaatan sumber daya alam Teluk Tomini untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kudu tetap memerhatikan kelestarian ekosistem.

“Kita kudu memastikan bahwa ekosistem laut dan pesisir di Teluk Tomini ini sehat, produktif, dan dapat memberikan nilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, ” ujar Menteri Trenggono.

Baca juga: Bupati Gorontalo sebut Teluk Tomini memiliki banyak potensi

Teluk Tomini merupakan teluk terbesar dalam Indonesia, dengan luas lebih dari 6 juta hektare yang melingkupi 4 provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Mengetengahkan, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara.

Berdasarkan data KKP, di dalam kawasan tersebut terdapat wilayah terumbu karang seluas satu. 031 hektare yang termasuk di dalam kawasan Coral Triangle Initiative atau Segitiga Karang Dunia serta mempunyai kawasan hutan mangrove seluas 785, 10 hektare dengan keanekaragaman hayati biota bahar dan darat.

Demi mendukung pengembangan & pemeliharaan kawasan hutan mangrove tersebut, Menteri Trenggono kendati menyampaikan bahwa KKP bersama-sama pihak lain akan melayani rehabilitasi ekosistem mangrove.

Teluk Tomini berharta pada Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 715 yang meliputi Teluk Tomini, Laut Maluku, Bahar Halmahera, Laut Seram, & Teluk Berau dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sejumlah 994. 024 ton tetapi baru dimanfaatkan sebesar 378. 297 ton.

Baca serupa: KKP kaji budi gaya ikan tuna di Teluk Tomini Sulteng

Dengan begitu masih ada peluang pendayagunaan sebesar 615. 724 ton, yang terdiri dari ikan pelagis, ikan demersal, & ikan karang.

“Di samping potensi subsektor perikanan tangkap, terdapat daya budidaya pantai yaitu tanggul yang tak kalah melimpah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya seperti ikan bandeng, udang dan rumput bahar, ” ucapnya.

Menteri Trenggono mendukung lengkap rencana pengembangan Teluk Tomini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya yang berbasis pada sektor kelautan serta perikanan.

Bagian tersebut dinilainya menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah buat mengelola lebih optimal serta komprehensif sumber daya ekonomi yang ada di kian.

Baca juga: Teluk Tomini didorong jadi kawasan strategis nasional

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021