News
Dipergunakan teroris, Kemenag perketat aturan tempat amal

Dipergunakan teroris, Kemenag perketat aturan tempat amal

Jakarta (ANTARA) semrawut Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan zakat dan infak berbarengan adanya kotak amal yang dimanfaatkan untuk menghimpun dana teroris.

“Jadi, kita akan memperketat dalam satu sisi dan akan mengevaluasi lembaga amil zakat yang terbukti menyalahgunakan pendistribusian zakatnya, ” cakap Amin saat berbincang dengan jiwa media di Jakarta, Kamis.

Baca selalu: KPPPA upayakan pemulihan kaum rentan korban teroris di Sigi

Baca pula: Bupati Sigi semangati keluarga korban teroris di Desa Lembantongoa

Ia mengatakan Kemenag mau mendiskusikan kotak amal yang disalahgunakan untuk pendanaan terorisme. Nantinya hendak ada evaluasi komprehensif terhadap lembaga amil zakat (LAZ).

Dirjen Bimas Islam mengatakan pihaknya juga akan membahas soal peluang sanksi terhadap lembaga amil zakat yang menyalahgunakan dana zakat, laksana mencabut izin operasi LAZ.

“Kita akan beri hukuman, kita cabut izinnya. Aturan tempat amal, bisa kita perketat pengawasannya, bisa kita buat peraturan terakhir, kita evaluasi secara komprehensif, ” katanya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim, mengatakan pengetatan bagi lembaga zakat menjadi perlu bersamaan ada penyalahgunaan kotak amal, pertama jelang bulan puasa.

Baca juga: Korban selamat serangan teroris Sigi tak mau kembali

“Jelang bulan puasa tersebut lembaga-lembaga zakat ada di mana-mana dengan menawarkan program yang bagus. Metode kita kadang kalah, kadang-kadang pengumpul datang entah dari mana. Aturan jangan terlalu longgar, jangan sampai kita kecolongan dengan pemberian umat dipakai untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan umat Islam, ” katanya.

Sebelumnya, Kepolisian RI menemukan kotak amal di sebanyak supermarket yang justru disalahgunakan sebab Jamaah Islamiyah dengan tujuan terorisme.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020