News
BPOM sebut metformin bermasalah tidak ada di Indonesia

BPOM sebut metformin bermasalah tidak ada di Indonesia

Berdasarkan keterangan BPOM, produk metformin yang ditarik di beberapa negara tersebut tak beredar di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan bahwa produk farmasi metformin yang kotor tidak tersedia di Indonesia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara isu penarikan produk tersebut sebab Otoritas Sains Kesehatan Singapura serta US-FDA Amerika Serikat.

“Berdasarkan data BPOM, produk metformin dengan ditarik di beberapa negara tersebut tidak beredar di Indonesia, ” kata Kepala BPOM Penny K Lukito kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengucapkan beberapa otoritas obat di beberapa negara menarik produk metformin  terbatas akibat cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) di atas ambang batas yang diperbolehkan.

Metformin yang kotor dan ditarik secara sukarela tersebut, kata dia, sangat spesifik yakni hanya untuk produk kode buatan tertentu.

“Produk metformin yang beredar di Indonesia menutup persyaratan ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, yaitu 96 ng/hari. Penggunaan di atas ambang pemisah tersebut secara terus-menerus dalam masa waktu lama berpotensi menyebabkan kanker, ” katanya.

Adapun metformin adalah obat antidiabetes yang sudah digunakan secara global semenjak tahun 1957. Metformin terbukti aman dan efektif dalam pengobatan anak obat diabetes tipe2 dewasa, terutama pada pasien dengan kelebihan berat badan dan kadar glukosa yang tidak dapat dikontrol melalui diet khusus dan aktivitas fisik saja.

Di Indonesia, metformin tercatat salah satu obat esensial & dapat digunakan sebagai terapi sendiri atau kombinasi dengan obat sakit lain atau dengan insulin.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak resah dengan pemberitaan dengan beredar mengenai produk metformin.

“Bagi masyarakat yang pantas dalam pengobatan menggunakan Metformin supaya tetap melanjutkan pengobatan dan tidak menghentikan atau menggantikan penggunaannya secara obat antidiabetes lain tanpa muka terlebih dahulu dengan dokter, ” demikian Penny K Lukito.

Baca juga: Biji kurma antidiabetes, harapan bagi penderita kencing manis

Baca juga: Obat antidiabetes berpeluang obati gagal jantung

Baca juga: Peneliti ITS manfaatkan ikan gabus obat diabetes

Baca serupa: Teliti akar kayu laban obat diabetes, siswi MTsN Kotim maju ke Turki

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © JARANG 2020