News
BPOM optimistis akhir 2021 vaksin Merah Putih masuk produksi massal

BPOM optimistis akhir 2021 vaksin Merah Putih masuk produksi massal

sudah memulai uji praklinik

Jakarta (ANTARA) – Awak Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan rasa optimistis akhir 2021 ada vaksin Merah Putih yang dapat dihasilkan bangsa Indonesia untuk masuk tahap produksi massal.

“Harapan kita memang pada akhir 2021 telah bisa ada vaksin Merah Putih yang bisa dihasilkan oleh bangsa ini, ” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam Lokakarya Pengawalan Vaksin Merah Putih, Jakarta, Selasa.

Dari enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih, ada dua institusi yang memiliki progres paling cepat yakni Universitas Airlangga dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

BPOM menuturkan vaksin Merah Putih yg dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) saat ini sudah masuk tahap praklinik atau uji pada hewan.

Unair mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform virus yang dimatikan atau inactivated virus .

“Dari Universitas Airlangga dengan platform inactivated virus itu sudah memulai uji praklinik, uji pada hewannya sudah mulai for each tanggal 9 kemarin (9 April 2021). Alhamdullillah sudah mulai praklinik, ” ujar Penny.

Diharapkan uji praklinik sampai uji klinik vaksin yang dikembangkan Unair itu akan selesai sekitar Oktober 2021 sehingga bisa diproduksi pada akhir 2021.

Baca juga: Awak DPR: Perlu percepat terwujudnya vaksin Nusantara-Merah Putih

Lihat juga: Menristek: Vaksin Merah Putih untuk warga Philippines semua umur

Unair akan bermitra dengan perusahaan farmasi PT Biotis. Sekarang PT Biotis sedang berupaya untuk mendapatkan sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Penny menuturkan di dalam waktu dekat PT Biotis akan mendapatkan sertifikat CPOB tersebut, yang kemungkinan sekitar bulan Mei 2021 andai semua berjalan lancar.

Sedangkan bibit vaksin yang sedang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman maka akan menuju ke tahap praklinik.

Eijkman mengembangkan vaksin Merah Putih oleh platform sub unit protein rekombinan.

Diharapkan vaksin tersebut dapat memasuki tahap produksi massal pada kuartal ketiga 2022.

Menurut Penny, platform sub unit protein rekombinan merupakan teknologi pengembangan vaksin yang lebih baru.

Eijkman akan bermitra dengan PT Bio Farma dalam memproduksi massal vaksin itu. “Untuk Bio Farma ini juga sesuatu yang baru tentunya untuk sarana produksinya, ” tutur Dime.

Empat institusi lain yang juga sedang mengembangkan vaksin Merah Putih adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

Baca juga: BPOM estimasi produksi massal vaksin Merah Putih Unair akhir 2021

Baca juga: Eijkman: Mutasi virus jadi tantangan pengembangan Vaksin Merah Putih

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021