News
Bahlil sebut UU Cipta Kerja memudahkan anak muda jadi pengusaha

Bahlil sebut UU Cipta Kerja memudahkan anak muda jadi pengusaha

timbul satu konsep dasar bahwa untuk menciptakan lapangan pekerjaan tersebut harus melalui sektor swasta

Jakarta (ANTARA) – Kepala Lembaga Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law akan menjamin anak-anak muda lebih mudah menjelma pengusaha.

Ia menyebutkan minimnya minat lulusan perguruan tinggi menuruti menjadi pengusaha di antaranya sebab pengurusan perizinan usaha yang mencari.

“Undang-undang ini menjamin adik-adik setelah lulus kuliah menjadi pengusaha, dengan kemudahan yang ada pada undang-undang ini. UMK (Usaha Mikro dan Kecil) hanya perlu NIB (Nomor Induk Berusaha). Semuanya elektronik lewat OSS ( Online Single Submission ), tiga jam beres, ” sebutan Bahlil dalam keterangan tertulis dalam Jakarta, Jumat.

Bahlil menyampaikan hal itu saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) secara daring, Rabu (14/10).

Bekas Ketua Umum Hipmi itu membaca UU Cipta Kerja dilatarbelakangi situasi objektif bangsa Indonesia, di mana tenaga kerja yang ada masa ini sekitar 7 juta, mulai dari Aceh sampai Papua yang sedang mencari lapangan pekerjaan.

Sementara itu, angkatan kerja per tahun mencapai sekitar dua, 9 juta. Di sisi asing, karena kondisi pandemi COVID-19, Departemen Ketenagakerjaan mencatat ada 3, 5 juta tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sedangkan bahan Kadin menyebut ada sekitar 5 juta orang yang terkena PHK.

Dengan data begitu, maka total lapangan pekerjaan yang perlu disiapkan oleh pemerintah kira-kira 15 juta.

“Untuk memberikan solusi bagi 15 juta pencari pekerjaan ini, maka negara harus menciptakan lapangan pekerjaan. Namun tidak mungkin seluruhnya akan terserap lewat penerimaan PNS (Pegawai Jati Sipil), BUMN (Badan Usaha Hak Negara), TNI maupun Polri. Oleh karena itu timbul satu rancangan dasar bahwa untuk menciptakan lapangan pekerjaan tersebut harus melalui zona swasta. Instrumen sektor swasta inilah yang dimaksud dengan investasi, sebab investasi ini yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan, ” jelasnya.

Bahlil juga meyakinkan para pelajar Indonesia bahwa UU Menjadikan Kerja sangat mendukung dan menangani Usaha Mikro, Kecil, dan Membuang (UMKM). Ia pun berharap keluaran perguruan tinggi tidak hanya memilih menjadi karyawan atau pekerja, tetapi bisa menjadi pengusaha untuk membangun pemerintah dalam menciptakan lapangan order.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan UNDANG-UNDANG Cipta Kerja diharapkan akan tetap mendorong peningkatan produktivitas melalui bermacam-macam pelatihan yang sesuai dengan hajat.

Saat ini tercatat sekitar 56, 6 persen pengangguran terbuka berumur 15 hingga 24 tahun. Sementara itu untuk pekerja tidak penuh, kelompok umur 55 tahun ke atas mengisi 29 persen porsi dalam pekerja tengah waktu dan kelompok umur 25-34 tahun mengisi 26 persen dibanding seluruh pekerja setengah penganggur.

“Produktivitas angkatan kerja di Indonesia termasuk rendah, kita masih di bawah Malaysia dan Laos, bahkan di bawah rata-rata negeri ASEAN, ” ungkap Anwar Sanusi.

UU Cipta Kegiatan, lanjut Anwar, melindungi tiga letak ketenagakerjaan. Pertama, masyarakat yang belum bekerja, maka pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan melalui investasi. Kedua, klub yang memiliki pekerjaan mempunyai pelestarian. Dan ketiga, ketika terjadi pemutusan pekerjaan akan tetap terlindungi.

Sementara itu, Koordinator PPI Dunia Choirul Anam menyampaikan penghargaan atas keterbukaan pihak pemerintah, penyelidik serta akademisi untuk berdiskusi secara gamblang, memberikan pemahaman substansi UU Cipta Kerja serta saling memberi masukan yang konstruktif.

“Kami melihat pemerintah ingin memajukan peluang ekonomi dan memberikan fasilitas kepada berbagai pihak untuk berbisnis. Namun di sisi lain, menetapkan disadari UU CK ini adalah integrasi dari berbagai UU yang menimbulkan kompleksitas tersendiri dari pokok, perspektif hukum dan kepentingan bangsa. Oleh karena itu, diskusi suangi ini sangat bermanfaat bagi para-para pelajar Indonesia, ” pungkas Choirul Anam.

Baca juga: BKPM akan mewujudkan sistem OSS versi UU Membuat Kerja
Baca juga: Bank Dunia nilai UU Cipta Kerja dukung pemulihan ekonomi
Membaca juga: BKPM sebut UU Membuat Kerja wajibkan perusahaan besar miliki Amdal

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020