News
Bahlil sebut Korsel mitra strategis RI bangun industri bernilai tambah

Bahlil sebut Korsel mitra strategis RI bangun industri bernilai tambah

Inilah momentum untuk membangun industri-industri yang menciptakan nilai tambah. Dan Korea Selatan menjadi salah mulia mitra strategis Indonesia dalam mewujudkan hal tersebut

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Simpanan (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu secara Menteri Perindustrian Korea Selatan Sung Yun-mo di Seoul, Korea Daksina, Kamis, di mana pemerintah Nusantara berkomitmen untuk bisa memfasilitasi investasi negeri ginseng di Tanah Tirta.

“Sesuai arahan Bapak Pemimpin, Indonesia harus bergerak cepat menuju transformasi ekonomi. Inilah momentum buat membangun industri-industri yang menciptakan biji tambah. Dan Korea Selatan menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam mewujudkan hal tersebut, ” kata Bahlil dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan membenarkan untuk menjaga dan meningkatkan kerja sama ekonomi dan bisnis. Hal itu dilakukan karena kedua negeri menyadari bahwa kolaborasi adalah muslihat kunci untuk bersama-sama mengatasi pengaruh ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: BKPM terima delegasi investor besar Korea di tengah wabah Virus Corona

Dalam pertemuan itu, Bahlil dan Menteri Sung juga berbagi konsep tentang perluasan investasi antara ke-2 negara. Pertemuan itu juga merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan dalam November 2019 lalu.

Menurut Bahlil, di tengah status pandemi COVID-19, upaya percepatan di dalam menjaga dan menarik investor justru semakin diperlukan. Pemerintah Indonesia selalu terus mendorong investasi strategis dan berkualitas masuk ke Indonesia.

Kedua menteri juga mempercakapkan perbaikan iklim usaha untuk perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang berinvestasi dalam Indonesia, seperti di industri baja, kimia, mobil, dan tekstil.

Baca juga: Indonesia ajak investor “first class” Korsel masuk Negeri

“Kami menilai Indonesia semakin baik dalam membangun kondisi usaha yang menguntungkan kedua mengaduk-aduk pihak, ” kata Sun Yung-mo.

Indonesia dan Korea Selatan telah membuat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada November tahun lalu dan saat ini sedang menunggu tindak lanjut implementasinya.

Sepanjang periode Januari-September 2020, BKPM mencatat realisasi investasi asal Korea Selatan berada di dalam peringkat ke tujuh dengan mutlak investasi sebesar 683 juta dolar AS. Sebanyak 70 persen realisasi investasi Korea Selatan tersebut terpusat di Pulau Jawa, dengan daerah investasi yang mendominasi antara asing listrik, gas, air, industri kimia dan farmasi, industri tekstil, pabrik alas kaki, dan industri makanan.

Ada pun saat ini ada sekitar 2. 000 perusahaan Korea Selatan dari berbagai sektor yang telah berinvestasi dan beroperasi di Indonesia.

Baca juga: Kepala Jokowi: Korsel investor ke-3 terbesar di Indonesia

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020