News
145. 901 tenaga kesehatan telah divaksinasi COVID-19

145. 901 tenaga kesehatan telah divaksinasi COVID-19

Hingga saat tersebut sedikitnya 600 tenaga kesehatan cantik itu perawat maupun  dokter telah gugur dalam menjalankan tugasnya menuntaskan pasien COVID-19.

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan  sebanyak 145. 901 tenaga kesehatan di 92 kabupaten-kota pada 34 provinsi telah divaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

Nadia dalam keterangannya di dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu, menyebut secara total terekam sebanyak 172. 901 tenaga kesehatan yang telah mengakses layanan vaksinasi COVID-19 untuk mendapatkan imunisasi.

Namun dari jumlah tersebut sebanyak 27 ribu tenaga kesehatan tubuh batal atau ditunda vaksinasinya  karena beberapa alasan antara lain mempunyai tekanan darah tinggi saat pemeriksaan kesehatan awal, merupakan penyintas COVID-19, sedang menyusui dan memiliki keburukan komorbid lain.

Baca juga: Ahli: Vaksinasi tahap satu penentu keberhasilan tahap selanjutnya

“Vaksinasi ini akan terus berlaku pada seluruh tenaga kesehatan datang akhir Februari yang ditargetkan 1, 47 juta tenaga kesehatan divaksinasi, ” kata Nadia.

Untuk diketahui, program vaksinasi COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan dimulai pada 13 Januari 2021 atau telah berjalan 10 hari hingga Sabtu hari ini.

Nadia berharap dengan kalender vaksinasi tahap pertama untuk gaya kesehatan ini dapat menghentikan gugurnya para tenaga kesehatan akibat terkena COVID-19.

Seperti diketahui, kata Nadia, hingga saat ini sedikitnya 600 tenaga kesehatan indah itu perawat maupun  dokter sudah gugur dalam menjalankan tugasnya mengikhtiarkan pasien COVID-19.

Baca juga: Efektivitas serta keamanan jadi tantangan vaksinasi COVID-19

Tempat juga mengatakan tenaga kesehatan dengan tidak terdaftar pada tahap mula-mula program vaksinasi akan mendapatkan putaran dalam program imunisasi COVID-19 periode kedua di bulan Februari.

Nadia menyebut bahwa masa ini alur vaksinasi untuk tenaga kesehatan tidak lagi melalui broadcast SMS dan tidak perlu registrasi ulang lebih dulu. Setiap gaya kesehatan yang  terdaftar dalam Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) Departemen Kesehatan berhak mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Setiap tenaga kesehatan tubuh bisa mendatangi langsung fasilitas servis kesehatan yang sudah ditunjuk sebab pemerintah untuk menjalankan program vaksinasi COVID-19.

“Jadwal vaksinasi kami serahkan pada kebijakan kawasan setempat, artinya koordinasi pemerintah kawasan dengan fasilitas layana kesehatan buat mengkoordinasikan logistik dan sumber gaya guna menghindari penumpukan, ” sekapur Nadia.

Bagi gaya kesehatan yang belum terdaftar di dalam SISDMK diharapkan untuk melaporkan dengan berjenjang ke dinas kesehatan kabupaten-kota untuk diserahkan pada Kementerian Kesehatan. Nadia meminta kepada seluruh dinas kesehatan di kabupaten-kota dan daerah agar secepat-cepatnya menyampaikan data gaya kesehatan yang belum terdaftar di SISDMK.

Baca juga: Anggota DPR: Vaksinasi harus disinergikan dengan alih teknologi

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © KURUN 2021